Dolar Australia membalikkan penurunannya setelah sempat turun dibawah level US81c yang pertama kalinya dalam 4 ½ tahun terakhir.Pukul 12:00 siang ini waktu Australia, Aussie diperdagangkan pada level US81.19c, naik dari level US81.06c pada Selasa lalu.Pada perdagangan overnight Aussie turun ke level US80.89c, level terendah sejak Juni 2010 lalu.Aussie kembali turun setelah rilis data menunjukkan bahwa GDP (gross domestic product) AS September tumbuh 5%, laju tertinggi dalam 11 tahun terakhir.Rilis data GDP menaikkan perkiraan bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, yang telah mengantarkan dolar AS reli.Francisco Solar selaku analis forex dari Easy Forex memperkirakan bahwa dolar Australia akan naik dalam waktu yang sebentar.’Bullish dolar AS kembali muncul pada sesi perdagangan overnight dan memberikan kenaikan dolar AS terhadap resiko mata uang seperti dolar Australia,’ menurutnya.’Aussie kembali sedikit bergerak naik akan tetapi hanya sedikit diatas level US81c, yang cukup menunjukkan bias yang lemah yang berada pada Aussie saat waktu tertentu.’Solar memperkirakan bahwa dolar Australia akan berlanjut turun pada pekan kedepan karena turunnya harga komoditas dan AS yang akan menaikkan suku bunga AS, sementara Australia berpeluang menurunkan suku bunga.Sementara itu, pasar obligasi Australia menurun.Pukul 12:00 siang ini waktu Australia, kontrak obligasi berjangka dengan tenor 10 tahun Maret 2015 diperdagangkan pada level 97.090 (mengimplikasikan imbal hasil 2.910%), turun dari 97.140 (2.860%) di Selasa lalu.Kontrak obligasi berjangka dengan tenor 3 tahun Maret 2015 diperdagangkan pada level 97.760 (2.240%), turun dari 97.790 (2.210%). (bgs)Sumber : Bloomberg
Dolar Australia membalikkan penurunannya setelah sempat turun dibawah level US81c yang pertama kalinya dalam 4 ½ tahun terakhir.
Pukul 12:00 siang ini waktu Australia, Aussie diperdagangkan pada level US81.19c, naik dari level US81.06c pada Selasa lalu.
Pada perdagangan overnight Aussie turun ke level US80.89c, level terendah sejak Juni 2010 lalu.
Aussie kembali turun setelah rilis data menunjukkan bahwa GDP (gross domestic product) AS September tumbuh 5%, laju tertinggi dalam 11 tahun terakhir.
Rilis data GDP menaikkan perkiraan bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, yang telah mengantarkan dolar AS reli.
Francisco Solar selaku analis forex dari Easy Forex memperkirakan bahwa dolar Australia akan naik dalam waktu yang sebentar.
‘Bullish dolar AS kembali muncul pada sesi perdagangan overnight dan memberikan kenaikan dolar AS terhadap resiko mata uang seperti dolar Australia,’ menurutnya.
‘Aussie kembali sedikit bergerak naik akan tetapi hanya sedikit diatas level US81c, yang cukup menunjukkan bias yang lemah yang berada pada Aussie saat waktu tertentu.’
Solar memperkirakan bahwa dolar Australia akan berlanjut turun pada pekan kedepan karena turunnya harga komoditas dan AS yang akan menaikkan suku bunga AS, sementara Australia berpeluang menurunkan suku bunga.
Sementara itu, pasar obligasi Australia menurun.
Pukul 12:00 siang ini waktu Australia, kontrak obligasi berjangka dengan tenor 10 tahun Maret 2015 diperdagangkan pada level 97.090 (mengimplikasikan imbal hasil 2.910%), turun dari 97.140 (2.860%) di Selasa lalu.
Kontrak obligasi berjangka dengan tenor 3 tahun Maret 2015 diperdagangkan pada level 97.760 (2.240%), turun dari 97.790 (2.210%). (bgs)
Sumber : Bloomberg