KONTAK PERKASA FUTURES – BOJ (Bank of Japan) mempertahankan stimulus yang belum pernah dilakukan sebelumnya, akibat Gubernur Haruhiko Kuroda yang mengupayakan kenaikan inflasi sedang menghadapi tantangan yang meningkat dari penurunan harga minyak mentah dunia.

Bank sentral akan mendorong basis moneter pada laju tahunan sebesar 80 triliun yen ($672 miliar), hal tersebut sesuai dengan survei 33 ekonom di Bloomberg News.
Minyak mentah telah kehilangan lebih dari setengah nilainya sejak BOJ mengeluarkan stimulus pada 31 Oktober lalu guna mengeluarkan perekonomian terbesar ke-3 di dunia tersebut dari “pola piker deflasi.” Bank sentral menolak ide yang menyatakan stimulus lebih besar diperlukan guna mencegah murahnya harga miyak mentah dari penurunan inflasi, menurut analis.
Penurunan pada harga minyak mentah dunia menurunkan perkiraan inflasi, sehingga menyebabkan kesulitan bagi Kuroda guna menaikkan inflasi Jepang setelah dia memimpin dewan yang berbeda pada 31 Oktober lalu guna meningkatkan stimulus.
Sementara itu, yen telah mengalami penurunan 7% terhadap dolar sejak sehari menjelang stimulus pada Oktober silam dan turun 0.1% di level 118.98 pukul 12:31 siang waktu Tokyo setelah 8 Desember lalu mencapai level 7 tahun terendah 121.85. Indeks Topix menguat 1.7%.