KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Bursa-bursa di Asia naik ditengah meningkatnya spekulasi Federal Reserve akan menunda menaikkan suku bunga sampai akhir tahun. Penguatan harga minyak mendorong saham energi, sementara bursa saham Jepang melemah.

Mata Uang

The Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur greenback terhadap 10 mata uang utama, turun kurang dari 0,1 persen pada 10:02 waktu Tokyo, menyusul penurunan dua hari. Yen naik 0,2 persen menjadi 106,81 per dolar setelah naik 0,5 persen selama dua sesi sebelumnya. Mata uang Jepang telah mendapatkan manfaat dari memudarnya taruhan pada kenaikan suku bunga musim panas dari Fed, dengan kemungkinan peningkatan bulan ini di nol dan pada bulan Juli kurang dari 20 persen.

Kiwi melonjak sebanyak 1,8 persen menjadi 71,39 sen AS, level terkuat sejak 11 Juni tahun lalu. Aussie naik 0,4 persen menjadi 74,99 sen AS, sementara ringgit Malaysia dan baht Thailand naik setidaknya 0,2 persen. Setelah sebelumnya sempat turun 0,5 persen kemudian naik 0,3 persen setelah Bank of Korea mengurangi tingkat pembelian kembali tujuh hari (the seven-day repurchase rate) menjadi 1,25 persen,dibawah perkiraan para ekonom yang memprediksi bank sentral akan tetap mempertahankan suku bunga di 1,5 persen.

Saham

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3 persen, dengan indeks Topix turun 0,7 persen, dipimpin sektor perbankan dan saham eksportir. Saham-saham sektor produsen energi Asia naiksebesar 0,3 persen. S & P / ASX 200 Index Australia bergerak naik turun sementara indeks Kospi di Seoul naik 0,2 persen. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru naik 0,1 persen.

Filipina akan memperbaharui data tingkat pengangguran Kamis sementara Thailand akan mengeluarkan data kepercayaan konsumen. Tiongkok akan tetap mengeluarkan laporan harga konsumen dan produsen meskipun bursa saham di daratan Tiongkok, Hong Kong dan Taiwan ditutup.

Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate naik empat hari berturut-turut, menambahkan 0,7 persen menjadi $ 51,57 per barel, memperpanjang keuntungan pada tingkat tertinggi sejak Juli lalu. Brent naik 0,4 persen menjadi $ 52,72 – KONTAKPERKASA FUTURES