PT Kontak Perkasa Futures – Dolar Bervariasi Usai Pidato Janet Yellen

PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYAKARTA – Kurs dolar AS (Amerika Serikat) diperdagangkan bervariasi (mixed) terhadap mata uang utama lainnya pada Senin atau Selasa pagi waktu setempat.

Karena investor mencerna pernyataan Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Jumat lalu dan data ekonomi AS (Amerika Serikat) yang baru dirilis.

“Mengingat kinerja solid berkelanjutan dari pasar tenaga kerja dan prospek untuk kegiatan ekonomi dan inflasi, saya percaya alasan untuk peningkatan suku bunga federal funds telah menguat dalam beberapa bulan terakhir,” Yellen mengatakan kepada para bankir bank sentral pada konferensi di Jackson Hole, Wyoming

Menunjuk ke pertumbuhan yang kuat dalam pengeluaran rumah tangga dan penguatan pasar tenaga kerja, Yellen mengatakan ekonomi AS (Amerika Serikat) sekarang mendekati target – target Fed untuk ketenagakerjaan maksimum dan stabilitas harga.

Para analis mengatakan hal itu memungkinkan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga secepatnya pada September.

Tetapi sekitar 71 % dari 62 ekonom yang disurvei oleh Wall Street Journal bulan ini meyakini Fed akan menunggu sampai Desember untuk menaikkan suku bunganya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,83 % menjadi 95,562 pada akhir perdagangan Jumat lalu, level tertinggi dalam tiga minggu.

Indeks dolar turun sedikit pada Senin dan tercatat di 95,538 pada akhir perdagangan. Di sisi ekonomi, pendapatan pribadi AS (Amerika Serikat) pada Juli meningkat sebesar USD 71,6 miliar atau 0,4 %, dan pengeluaran konsumsi pribadi meningkat USD 42,0 miliar atau 0,3 %.

Kedua data itu sejalan dengan perkiraan pasar. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1190 dolar dari 1,1185 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3114 dolar dari 1,3127 dolar.

Dolar Australia naik ke 0,7578 dolar dari 0,7554 dolar. Dolar dibeli 101,94 yen Jepang, lebih tinggi dari 101,87 yen di sesi sebelumnya – PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : economy.okezone.com