KONTAK PERKASA FUTURES – Dolar menguat, naik ke level tertingginya lebih dari tujuh tahun terakhir terhadap yen terkait perbedaan kebijakan moneter di AS dan Jepang. Saham pertambangan dan energy pimpin penurunan saham asia akibat harga minyak kembali turun menuju hari keempat.

Dolar menguat 0.1 persen ke level 118.05 yen pukul 9:27 pagi di Tokyo. Menyentuh level tertingginya sejak 14 Agustus 2007. Won Korea meluncur, sementara indeks Topix Jepang naik sebesar 0,3 persen. Indeks MSCI Asia Pacific Index (MXAP) kehilangan sebesar 0,2 persen karena saham BHP Billiton Ltd, perusahaan pertambangan terbesar di dunia, turun ke level terendahnya sejak Juli tahun lalu di tengah penurunan sebesar 0,4 persen di indeks S&P/ASX 200 Australia. Minyak AS turun sebesar 0,2 persen pasca rilis data menunjukkan peningkatan persediaan minyak di Amerika. Indeks Standard & Poor 500 berjangka stagnan.

Bijih besi, ekspor terbesar Australia, telah merosot ke angka terendah dalam lima tahun terakhir terkait kekhawatiran permintaan dari China berkurang karena melambatnya ekonomi. Indeks manufaktur dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics China akan dirilis hari ini, bersama dengan data output pabrik di Eropa dan Jepang. Sementara Bank of Japan (BoJ) mempertahankan rekor stimulus di tengah resesi di sana, risalah pertemuan Federal Reserve yang dirilis kemarin menunjukkan pihak otoritas bank sentral AS berdebat mengenai komitmen mereka untuk menjaga tingkat suku bunga mendekati nol.