KONTAK PERKASA FUTURES – Dolar terus lanjutkan penguatan terhadap seluruh mata uang utama terkait spekulasi Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga tahun ini, sementara bank sentral lainnya memperpanjang langkah-langkah stimulusnya.
Mata uang AS naik terhadap 16 mata uang utama pada 2014 lalu dan memperpanjang keuntungan hari ini seiring dua pengukur kinerja manufaktur menandakan ekspansi. Euro merosot ke level terendahnya dalam 4 1/2-tahun terakhir pasca Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan dia tidak bisa mengecualikan risiko deflasi dan mengisyaratkan kemungkinan akan meningkatkan pelonggaran kuantitatif. Swiss franc melemah ke paritas dengan dolar untuk pertama kalinya dalam empat tahun dan pound jatuh seiring output pabrik Inggris melambat.
Indeks Spot Dolar Bloomberg, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, naik 0,9 persen ke level 1,141.02 pukul 17:00 waktu New York, penutupan tertinggi sejak Maret 2009 lalu. Indeks itu naik 11 persen tahun lalu, kenaikan terbesar sejak tahun 2005 silam.
Mata uang AS menguat sebesar 0,8 persen ke level $1,2002 per euro pasca menguat ke level $1,2001, level terkuat sejak Juni 2010 lalu. Dolar melonjak sebesar 0,6 persen ke level 120,50 yen. Euro menguat sebesar 0,2 persen ke level 144,63 yen.
Pasar keuangan ditutup hari ini di China, Jepang, Selandia Baru, Filipina, Taiwan dan Thailand.