KONTAK PERKASA FUTURES – Dolar turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terhadap yen karena Presiden Federal Reserve Minneapolis, Narayana Kocherlakota mengatakan menaikkan suku bunga AS tahun ini akan menghambat pemulihan inflasi.
Greenback menghentikan gain empat hari terhadap euro bahkan setelah ekonom memperkirakan bahwa laporan AS hari ini akan menunjukkan para pengusaha menambahkan lebih dari 200.000 pekerjaan untuk bulan ke-11 pada bulan Desember. Yen menguat karena pola perdagangan menyarankan penurunan enam bulan terhadap dolar adalah berlebihan. Euro menuju penurunan mingguan terbesar terhadap yen sejak bulan Juni setelah Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi mengatakan langkah-langkah stimulus dapat mencakup pembelian obligasi tak terbatas.
Terhadap yen, dolar melemah 0,3% menjadi 119,36 yen pada pukul 06:09 pagi di London setelah naik ke 121,85 pada 8 Desember, yang merupakan tertinggi sejak Juli 2007. Sementara terhadap euro, dolar turun 0,1% menjadi $ 1,1810 per euro setelah mencapai $ 1,1754 kemarin, level terkuat sejak Desember 2005. euro melemah 0,2% menjadi 140,88 yen, setelah turun 2,6% dalam minggu ini.