PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Selasa (21/6) Pada sesi perdagangan forex pada sesi Asia ini terhadap dollar AS yang kembali turun di perdagangan sebelumnya kembali merayap di jurang pelemahannya selama 10 hari terhadap rival-rival utamanya. Dollar sekarang ini memiliki fundamental yang melemah habis diakibatkan oleh kurs kawasan Eropa merespon hasil konverensi untuk mendukung ‘remain’ pada referendum di Inggris.

Selain itu dollar AS pada pagi ini masih mendapatkan tekanan yang kuat dari kurs komoditas seperti aussie, dollar Canada, dan kini dollar melanjutkan sentimen perdagangan yang sebelumnya itu dimana meningkatnya harga minyak mentah. Yen terhadap dollar berusaha menguat setelah perdagangan sebelumnya juga mengalami tekanan kuat merespon data neraca perdagangan Jepang pada Mei kemarin yang cukup positif. Usaha dollar AS menekan yen diperoleh dari kekhawatiran BOJ dan pemerintah Jepang akan kondisi mata uangnya yang naik keatas secara sepihak.

Pada pergerakan pasar hari ini pergerakan nilai tukar dollar AS di sesi Eropa akan mendapatkan hasil yang cukup  positif dari rilis yang diperkiraan dari data ekonomi Jerman juga kawasan Euro yaitu sentimen ekonomi ZEW. Akan tetapi hasil dari ‘remain‘ di Inggris tampaknya akan lebih mendominasi. Namun pada sesi Amerika akan ada lagi ‘remain’ yang didapat dari pidato Janet Yellen dihadapan parlemen AS khususnya komisi di perbankan, yang dimana nantinya akan memberikan harapan baru untuk rencana kenaikan Fed rate.

Kontak Perkasa Futures

Saat ini kita dapat mengukur kekuatan indeks dollar AS kepada keenam mata uang utama diperdagangan pada sesi Asia di awal pagi ini sedang mengalami penurunan kembali sampai pada 0,06 persen sesudah dibuka di posisi 93,59  dan bergulir kembali ke posisi 93,53. Yang dimana perdagangan sebelumnya itu indeks dollar AS sempat mengalami keanjlokan hingga  0,2 persen. – KONTAK PERKASA.