Gold bullion on dollar billsKONTAK PERKASA FUTURES – Emas mendekati level tertingginya dalam hampir 4 pekan terakhir akibat spekulasi bahwa Federal Reserve AS diperkirakan akan menunda kenaikan suku bunga pinjaman terkait melambatnya pertumbuhan ekonomi global yang menekan dollar dan mendorong pemrintaan akan tempat lindung nilai.
Emas untuk pengiriman segera berada pada level $1,236.12 per ounce pukul 8:51 pagi waktu Singapura dari level kemarin $1,235.87, level $1,237.86 merupakan level tertinggi sejak 17 September lalu, menurut harga dari Bloomberg. Emas naik setelah Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer pada 11 Oktober lalu menyatakan bahwa bank sentral diperkirakan akan mengurangi pembelian obligasi lebih lambat dari semestinya akibat laju pelambatan ekonomi global dari yang diperkirakan sebelumnya.
Emas reli dari level terendah tahun ini $1,183.24 yang tercatat pada 6 Oktober lalu setelah Indeks Spot Dollar Bloomberg perpanjang penurunan dari level 4 tahun tertingginya. Hasil pertemuan The Fed bulan September lalu, menunjukkan The Fed mengungkapkan kekhawatirannya bahwa ekonomi AS berada pada resiko dari pelambatan ekonomi global.
Indeks Spot Dollar Bloomberg hari ini turun sebesar 0.2%, perpanjang penurunan kemarin sebesar 0.5%. Pekan lalu acuan mata uang tersebut mencatat penurunan mingguan pertama hingga 15 Agustus lalu.
Emas untuk pengiriman Desember naik 0.4% ke level $1,235.30 per ounce di Comex, New York, setelah kemarin naik ke level $1,238, level harga tertinggi sejak 17 September lalu. Kepemilikan pada SPDR Gold Trust, produk berbasis bullion yang diperdagangkan di bursa, kemarin naik utuk pertama kalinya sejak 10 September lalu.

Perak untuk pengiriman segera berada pada level $17.4987 per ounce dari level kemarin $17.4881, naik 0.5%. Spot platinum naik 0.6% ke level $1,271.50 per ounce dan palladium catat gain 0.4% ke level $787.50 per ounce.