PT Kontak Perkasa Futures – Harga Emas Turun Imbas Naiknya Suku Bunga

PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYAKARTA – Logam mulia berada di bawah tekanan karena Presiden Federal Reserve Kansas City Esther George menyatakan dukungannya untuk kenaikan suku bunga lebih awal daripada yang diharapkan, berdasarkan komentar – komentarnya pada data AS (Amerika Serikat) yang sehat.

Para investor percaya bahwa bank sentral AS (Amerika Serikat) telah terbuka untuk kenaikan suku bunga. Risalah pertemuan Fed sebelumnya menyebabkan pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

Probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 % ke 0,75 % adalah 24 % pada pertemuan September 2016, 30 % pada pertemuan November 2016 dan 57 % pada pertemuan Desember.

Emas berada di bawah tekanan lebih lanjut karena Departemen Tenaga Kerja AS (Amerika Serikat) merilis sebuah laporan pada Kamis yang menunjukkan angka klaim pengangguran lebih baik daripada yang diperkirakan.

Klaim pengangguran awal turun 1.000 menjadi 261 ribu pada minggu yang berakhir 20 Agustus. Hal ini menempatkan tekanan pada logam mulia mendorong para investor menjauh dari aset – aset safe haven dan beralih ke investasi yang lebih berisiko.

Indeks dolar AS (Amerika Serikat) juga menempatkan tekanan pada logam mulia karena naik 0,01 % menjadi 94,79 pada pukul 17.00 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Perak untuk pengiriman September turun 6,7 sen, atau 0,36 % menjadi ditutup pada US$ 18,489 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun US$ 5,2 atau 0,48 % menjadi ditutup pada US$ 1.077 per ounce, sebut Xinhua – PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : bisnis.tempo.co