KONTAK PERKASA YOGYA – Emas tetap stabil pada hari rabu setelah penutupan tertinggi untuk pertama kalinya dalam sesi 10 hari terakhirnya, kenaikan emas di dukung karena melemahnya Dolar dan saham Asia. Aset safe haven meningkat sekitar 15 persen sejauh ini setelah pertemuan The Fed pada bulan April untuk meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Emas memiliki penurunan terbesarnya dalam enam bulan terakhir, yaitu pada bulan Mei, dan kehilangan sekitar enam persen. Analis INTL FCStone Edward Meir mengatakan dalam sebuah catatan, “ Fakta bahwa Emas tidak mengalamai penjualan yang signifikan pada hari selasa sehubungan mengutanya data makro ekonomi AS dan menguatnya Dolar, dan mungkin bahwa para pelaku pasar telah mendapat diskon sehubungan kenaikan suku bunga AS oleh The Fed.

Pada Selasa kemarin, angka Indeks Kepercayaan Konsumen AS untuk Mei tergelincir. Hal tersebut menjadi pertanda bahwa konsumen di AS masih sangat berhati-hati dan sangat mengontrol pengeluaran mereka sehingga pertumbuhan ekonomi tertahan. Dengan penurunan angka kepercayaan konsumen tersebut bisa menjadi salah satu argumen untuk menahan rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS).

Guberur Bank Sentral AS Janet Yellen mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan sesuai dengan rencana awal jika memang segala data ekonomi yang ada mendukung. Pernyataan dari Yellen ini seakan memberikan tekanan dari pernyataan dewan gubernur lainnya yang menyatakan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan besar bisa dua sampai tiga kali di tahun ini.

Menurut Analisis dari Capital Economics, harga emas bisa jatuh ke bawah US$ 1.000 per troy ounce jika Bank Sentral AS menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Pasar akan berubah arah dan dalam beberapa saat akan masuk ke masa pergantian – KONTAKPERKASA YOGYA