KONTAK PERKASA FUTURES – Emas mengalami penurunan 2 hari beruntun setelah pemerintah Yunani melakukan panggilan untuk pencadangan utang, mengurangi kekhawatiran bahwa negara tersebut akan meninggalkan euro dan mengurangi permintaan untuk aset safe haven.
Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 1,261.02 per ons pada pukul 10:13 pagi waktu Singapura dari level sebelumnya $ 1,260.52 pada Selasa kemarin, ketika harga turun sebesar 1,5 %, menurut harga dari Bloomberg. Sementara itu, logam memperpanjang penurunan sebesar 0,7 % pada hari senin karena pemerintah baru Yunani menarik diri dari rencana untuk meminta negara-negara kawasan euro untuk mencatat utang, dan harga minyak rebound.
Emas naik 8,4 % pada bulan Januari, sebagian karena ketidakpastian atas keanggotaan Yunani dari zona euro membantu permintaan safe haven. Sedangkan Federal Reserve menuju menaikkan suku bunga, bank sentral dari Eropa ke Asia bertindak untuk melawan melambatnya pertumbuhan ekonomi dan deflasi. Data minggu ini mungkin menunjukkan pengusaha terus menambah pekerja di bulan Januari dan memberikan petunjuk pada saat laju AS meningkat.
Sementara kebijakan moneter yang berbeda memicu penguatan dolar, spekulasi juga telah meningkatkan The Fed mungkin menahan diri untuk menaikkan suku bunga seiring penurunan minyak mentah selama tahun ini mempertaruhkan tujuan menjaga inflasi di bawah 2 %. Menyoroti volatilitas emas, indeks perubahan harga lebih dari 100 hari naik pada hari Selasa kemarin berada di angka 18.55, kenaikan terbesarnya sejak Februari 2014 lalu, menurut data yang disurvei oleh Bloomberg.