KONTAK PERKASA FUTURES – Emas berada di bawah tekanan pada Senin pagi karena dolar melonjak ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir terhadap yen, namun logam berhasil menahan sebagian besar keuntungan short-covering sesi sebelumnya.

Spot emas telah tergelincir sebesar 0,2 persen ke level $1,185.14 per ons pukul 07:32 waktu Singapura, setelah melompat sebesar 2,3 persen pada hari Jumat, Emas mencapai level tertinggi dalam dua pekan terakhir di level $1,193.34.

Kenaikan pada hari Jumat, meskipun data ekonomi AS yang kuat pada penjualan ritel dan sentimen konsumen, berasal dari rally short-covering pasca bullion tembus level 4 ½ tahun terendah di awal bulan.

Sebuah penguatan greenback dan optimisme ekonomi bisa menjaga keuntungan emas seiring logam sering dianggap sebagai alternatif investasi. Sebuah ekonomi yang kuat juga bisa mendorong Federal Reserve AS untuk segera menaikkan suku bunga, ini dapat menyakiti investasi non-berbunga seperti emas.