PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Kamis kemarin harga dari mintak mentah memulihkan penjualannya dengan dukungan pada sentimen risk appetite yang solid dan mengalami penurunan suplai di sentral pengiriman minyak mentah berjangka AS.

Para Investor menilai bahwa akan adanya dukungan yang besar untuk Negara Inggris untuk bisa bertahan di Uni Eropa, berdasarkah hasil dari survei jajak pendapat Brexit yang terbaru, yang menajadi pemicu aksi beli terhadap aset berisiko termasuk minyak mentah. Hasil dari referendum yang dijadwalkan akan diumumkan pada Jumat nanti siang ini akan berpotensi ikut menggerakkan pernjualan minyak mentah berjangka. Keputusan dari “hengkang” akan mengakibatkan rusaknya rasa sentimen risk appetite sehingga berpotensi melemahkan perdagangan pada minyak mentah.

Faktor-faktor pada fundamental juga ikut mendukung penguatan sesusah Reuters mengabarkan akan adanya pengurangan hampir sebanyak 1 juta per barell suplai di Cushing, Oklahoma, pusat penyimpanan minyak mentah berjangka dalam sepekan yang berakhir pada tanggal 21 Juni, berdasarkan hasil riset dari data perusahaan swasta Genscape.

Kontak Perkasa Futures

Keseluruhan dari harga minyak mentah berjangka AS berakhir dengan peningkatan harga ke 98 sen atau sekita 1,99 persen di posisi harga $ 50,11 per barellnya, dah terakhir diperjualbelikan meningkat sekitar 90 sen, atau berkisar 1,83 persen di posisi $ 50,03. Sedangkan pada harga minyak mentah berjangka brent menurun sekitar 6 sen, atau  sekitar 0,12 persen berada di posisi $ 50,85 per barellnya. Selama sesi itu mengalami peningkatan sebanyak 2 persen, yang mencapai intra-day tinggi sekitar $ 50,90.

komoditas dan pasar saham forex lainnya sudah kuatir akan menjelang referendum Inggris pada keanggotaan Uni Eropa. sebagian besar dari hasil yang diinginkan diperoleh anatara 0100 dn 0300 GMT, dengan YouGov exit poll segera sesudah polling suara berakhir pada pukul 09.00 GMT. Indeks dollar menurun sekitar 0,15 persen. sementara itu ralli Pound untuk untuk tertinggi di tahun 2016 membebani dollar, lebih rendah dari klaim pengangguran AS yang membatasi penurunan greenback sebagai data didukung prospek ekonomi juga peluang untuk Amerika menaikkan suku bunga. Menurunnya dollar membuat minyak dalam mata uang dollar lebih menarik bagi pengguna mata uang lainnya.

Selain itu minyak juga cendrung terus melambung tinggi, bergerak intraday yang berombak lebih dari spekulasi mengenai bagaimana orang Inggris akan hengkang dari Uni Eropa. Pada berita pasar minyak, Asosiasi Produsen Minyak Kanada memotong proyeksi minyak Kanada 2030 sebesar 400.000 per barel dalam 1 hari nya yang menjadi 4,9 juta per barellnya. Nordic SEB Bank mengangkat estimasi minyak mentah berjangka Brent 2016 untuk $48 per barellnya, meningkat dari yang sebelumnya sebesar $ 44 per barell sebelumnya, dan menaikkan proyeksi harga 2017 ke $ 55 per barel dari $ 50 per barellnya.

dalam sebuah wawancara tv Saudi, Mentri Energi Arab Saudi mengatakan bahwa harga minyak mengalami perubahan yang membaik juga pada pasokan dan permintaan yang hampir seimbang. Hasil dari analisis, kami memperkirakan bahwa harga pada minyak mentah berpotensi akan Dollar AS yang melemah dengan perkiraan Inggris akan tetap bertahan di Uni Eropa. Harga akan menembus kisaran Resisten di kisaran $ 50,60 – $ 51,10, dan jika harga turun akan menembus di kisaran Support $ 49,60 sampai $ 49,10. – KONTAK PERKASA