KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada pembukaan perdagangan Kamis (02/06) dibuka turun, saat ini terpantau turun -293,90 poin atau -1,73 persen di 16662.83. Pelemahan indeks Nikkei mengalami tekanan penguatan mata uang Yen. Penguatan yen terjadi setelah laporan media menegaskan bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe kemungkinan akan mengumumkan penundaan untuk kenaikan pajak penjualan yang direncanakan untuk tahun depan sampai 2019. Sementara berita itu sebagian besar diharapkan, mungkin menghidupkan kembali kekhawatiran tentang kemampuan Jepang untuk menangani beban utang pemerintah, yang mencapai 200 persen dari PDB.

Pada akhir perdagangan bursa Jepang, saham-saham eksportir sebagian besar lebih rendah di tengah penguatan yen, yang menekan pada pendapatan luar negeri ketika mereka dikonversi kembali ke dalam mata uang lokal. Saham Sony turun 0,87 persen, saham Honda turun 2,28 persen dan saham Panasonic turun 2,04 persen.
Pagi ini mata uang Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, diperdagangkan pada 109,33 pada 08:31 waktu HK / SIN, dibandingkan dengan tingkat di atas ¥ 111 pada hari Selasa. Penguatan yen umumnya negatif untuk saham Jepang. Penguatan Yen terjadi setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan penundaan kenaikan pajak konsumsi sampai 2019 karena pelemahan pertumbuhan dalam perekonomian.

Pada awal perdagangan, saham-saham  eksportir merosot di tengah penguatan yen, yang menekan pendapatan luar negeri ketika dikonversi kembali ke dalam mata uang lokal. Saham Toyota turun 0,54 persen, saham Honda turun 2,78, saham Nissan turun 0,86 persen dan saham Sony turun 0,98 persen. Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -320 poin atau -1,89% pada 16,650, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,970 - KONTAKPERKASA FUTURES

Sumber : Vibiznews