KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks saham berjangka China turun jelang rilis data inflasi.Kontrak pada Indeks CSI 300 yang berakhir pada bulan Februari kontrak paling aktif, turun 0,1 % ke level 3,359.80 pukul 09:27 pagi waktu setempat. Harga-harga konsumen kemungkinan naik 1 % pada bulan Januari dari tahun sebelumnya, melambat dari kenaikan bulan sebelumnya sebesar 1,5 %, menurut perkiraan rata-rata yang disurvei oleh Bloomberg. Penurunan harga produsen dipercepat menjadi 3,8 % dari 3,3 % pada bulan Desember, menurut survei. Laporan ini dijadwalkan akan dirilis pada 09:30 waktu setempat.
Data akan menambah kekhawatiran terhadap menurunnya permintaan dan pelonggaran moneter lebih lanjut diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dunia terbesar kedua. Data pada bulan Januari menunjukkan sektor impor merosot tajam dalam lebih dari 5 tahun terakhir, indeks manufaktur menandakan kontraksi dan jasa berkembang pada laju terendahnya dalam 6 bulan terakhir.
Indeks Shanghai Composite kemarin naik 0,6 % ke level 3,095.12 diikuti perusahaan consumer rally sebelum dimulainya liburan tahun baru China pada bulan ini. Indeks Hang Seng China Enterprises Hong Kong turun 0,4 % ke level 11,672.42. Indeks CSI 300 naik 1 %. Indeks Hang Seng melemah 0,6 %. Indeks Equity China-US Bloomberg, saham perusahaan AS yang terdaftar diperdagangkan China, turun 0,1 %.
Indeks Shanghai Composite anjlok 8,5 % dari 5 tahun terakhir ditetapkan di level tertingginya pada 26 Januari lalu setelah regulator memperketat aturan margin trading untuk mendinginkan pasar. Namun, saham telah melonjak 51 % dibandingkan tahun lalu, saham terbaik kedua di antara 93 saham global yang dilacak oleh Bloomberg.