Kontak Perkasa Futures – Investasi Lesu, BKPM

Kontak Perkasa Futures – Badan Koordinasi Penanaman Modal mengakui target investasi 2018 sebesar Rp765 triliun akan sulit dicapai dalam situasi ekonomi saat ini. Hingga semester I/2018, realisasi investasi tercatat mencapai Rp 361,6 triliun atau tumbuh 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sekitar Rp 336,7 triliun.

Namun, angka ini baru mencapai 47,26 persen dari total target sepanjang tahun. Untuk kuartal II/2018 saja, realisasi investasinya sebesar Rp 176,3 triliun atau melambat 3,1 persen secara year-on-year (yoy) yang nilainya Rp 170,9 triliun.

Pada kuartal II/2017, pertumbuhan investasi dalam negeri dan asing tercatat meningkat 12,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas T. Lembong menuturkan dengan perlambatan pada kuartal kedua kali ini, pencapaian target 2018 menjadi lebih sulit. “Tapi seperti yang saya katakan, pemerintah tidak akan diam dan akan mengambil terobosan yang drastis, bila perlu guna menangkal efek negatif,” katanya, Selasa, 14 Agustus 2018.

Terobosan drastis tersebut antara lain menekan impor untuk menghemat devisa, memperbaiki defisit di neraca perdagangan sekaligus defisit transaksi berjalan melalui pemanfaatan biofuel 20 persen (B20), mengkaji insentif super tax holiday atau tax deduction bagi industri barang setengah jadi; serta menyiapkan terobosan di sektor e-commerce dan digital ekonomi.

Lembong mengemukakan sektor e-commerce dan smelter telah berhasil menyelamatkan investasi asing langsung di dalam negeri dalam lima tahun terakhir. “Mengingat peran yang luar biasa dari sektor-sektor ini, kami akan mendorong upaya-upaya terobosan untuk terus mempertahankan momentum investasi di digital economy,” ungkapnya.

Lebih lanjut, BKPM menilai pengendalian laju impor merupakan langkah strategis. Terlebih, posisi neraca perdagangan dan transaksi berjalan yang negatif akan memaksa Indonesia untuk mengencangkan ikat pinggang. BKPM bakal membantu memprioritaskan barang modal yang mendukung investasi dan bisa mengurangi ketergantungan impor melalui insentif bea dan cukai, yaitu master list.

Tidak hanya itu, Lembong berharap di tengah kondisi yang tidak menentu ini pemerintah menjaga kebijakannya agar tidak blunder. Pasalnya, kebijakan yang mengagetkan akan berdampak negatif terhadap investasi.

Dalam catatan BKPM, realisasi investasi paling besar di Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada kuartal II/2018 adalah di sektor pertambangan dengan nilai Rp 28,2 triliun. Realisasi investasi di sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi adalah Rp 25,6 triliun, selanjutnya sektor Listrik, Gas dan Air sebesar Rp 20,8 triliun. – Kontak Perkasa Futures

Sumber: Tempo.co