Jutaan Rupiah dari Sandal Jepit – PT Kontak Perkasa Futures

PT Kontak Perkasa Futures – Selama ada bakat dan usaha, maka peluang akan selalu terbuka. Hal tersebutlah yang dibuktikan oleh Joan Panji Hermanto (25), pemuda asal Pati, Jawa Tengah.

Bermodal keterampilannya dalam seni menggambar, Joan berhasil meraup pundi-pundi dengan menyulap sebuah sandal jepit biasa menjadi tidak biasa. Harga sandal jepit biasa menjadi berlipat ganda setelah diukir olehnya.

Joan memulai usaha pada pertengahan 2015, saat masih bekerja sebagai karyawan kontrak di salah satu pabrik di Bekasi. Awalnya, pria lulusan STM tersebut hanya mencoba meniru apa yang dilakukan oleh temannya yang mengukir gambar di atas sandal jepit.

“Karena saya hobi seni, saya manfaatin keterampilan saya. Lihat-lihat punya teman saya, karena saya punya keterampilan, ya saya coba saja,” katanya.

Sandal jepit yang diukirnya ternyata diminati banyak orang. Sambil bekerja, Joan pun memanfaatkan waktu luangnya untuk memproduksi sandal jepit ukir dengan berbagai macam karakter.

Modal awal usahanya kala itu sekitar Rp 100 ribu untuk membeli lima pasang sandal jepit dan pisau cutter. Sandal jepit yang tadinya dibeli Rp 10 ribu/pasang, setelah diukir olehnya dijual Rp 20 ribu hingga Rp 170 ribu.

Tingkatan harga jual sandal jepit yang diukir olehnya diukur berdasarkan tingkat kerumitan ukiran yang dikerjakan. Berbagai model ukiran dibuatnya mulai dari hanya sekadar nama, logo, hingga wajah karakter superhero atau foto orang.

Media sandal jepit dipilihnya lantaran keunikannya, dan bisa diperoleh dengan mudah. Sandal jepit yang telah dipermak olehnya pun tak melulu buat dipakai, melainkan juga untuk dipajang hingga menjadi jam dinding yang dibentuk sedemikian rupa.

“Ada juga kaligrafi yang dibuat di atas sandal jepit untuk dipajang,” katanya.

Selama hampir tiga tahun usaha tersebut berjalan, Joan memanfaatkan internet sebagai alat utama pemasaran sandal jepit ukir yang dilabelinya dengan merek Panji SM’art. Dia menjual di forum komunitas tertentu di Facebook maupun Instagram untuk menggaet pasar khusus yang bisa meningkatkan harga jual produknya.

Hal tersebut dilakukannya lantaran terbatasnya akses pemasaran di lingkungan dia berada. Penjualan melalui internet pun menjadi media terbaik untuk mengenalkan produknya ke masyarakat.

“Kalau di kota kan lebih gampang, banyak tempat-tempat yang ramai buat jualan. Misalnya ada acara jogging, kita bisa bikin stand. Kalau di kampung kan, apalagi kampung saya agak pegunungan, jadi agak sulit. Jadi kita mainnya online saja. Pasarin grup-grup komunitas di Facebook, ada di Instagram juga,” ungkapnya.

Namun keterbatasan tenaga kerja membuat Joan enggan mengembangkan kapasitas produksinya lantaran semua dilakukan sendiri. Sulitnya menemukan orang dengan kemampuan mengukir yang sama dengannya membuat dia enggan untuk memperlebar promosi lebih luas lagi seperti ke toko-toko dagang online pada umumnya.

“Kadang-kadang juga ditolak orderannya karena kemampuan produksi saya terbatas,” ujar dia.

Dengan modal Rp 100 ribu (10 pasang sandal jepit), dia bisa mendapatkan pendapatan hingga Rp 500 ribu. Saat ini dalam sebulan, omzetnya bisa mencapai Rp 5 juta, dengan rata-rata kapasitas produksi per bulan sekitar 100 pasang sandal jepit. – PT Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com