Kontak Perkasa Futures – Ancaman Kesehatan Pekerja di Kota Besar

KONTAK PERKASA FUTURES YOGYAKARTA – Pekerja kantoran yang sehari – hari bekerja dengan menghadapi komputer dan duduk terus – menerus, disadari atau tidak bisa memberikan dampak negatif pada kesehatan.

Berikut ini beberapa ancaman kesehatan yang sebenarnya merupakan ‘keluhan tubuh’ para pekerja kantoran, seperti dikutip dari Daily Mail :

1. Stres Yang Meningkat

Stres di tempat kerja banyak menghantui para karyawan dan karyawati. Sebuah survei yang dilakukan Health and Safety Executive (HSE) di Inggris, hampir 5 juta pekerja di negara itu mengaku sangat stres.

Studi itu juga menemukan adanya keterkaitan stres dengan gejala sakit punggung dan kesehatan mental yang buruk. Kemacetan lalu lintas memaksa tubuh duduk lebih lama lagi.

Terlebih bila masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan di rumah, kemacetan lalu lintas tentu membuat sesorang semakin stres.

Peningkatan stres berarti tubuh memproduksi lebih banyak kortisol dan hormon dalam darah. Jika kadar kortisol terlalu tinggi maka hal ini akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Alhasil tubuh menjadi lebih rentan terhadap virus flu.

2. Ketegangan Mata Akibat Terlalu Lama Di Depan Komputer

Pemakaian komputer sepanjang hari memang lebih meringankan pekerjaan, ketimbang seseorang harus menulis langsung dengan kertas dan pulpen.

Namun terlalu lama duduk sambil memelototi komputer tidaklah baik. Komputer bisa membuat ketegangan pada mata.

Selain itu, studi yang pernah diterbitkan dalam Journal of Environmental Science and Technology menemukan bahwa komputer bisa mengeluarkan asap beracun yang dapat menyebabkan masalah gatal – gatal di kulit dan sakit kepala.

Peneliti Swedia mengatakan penyebab reaksi alergi ini adalah akibat lapisan tahan api yang menutupi bagian-bagian komputer.

Saat komputer menghangat di siang hari, lapisan kimia dilepaskan ke udara. Lapisan yang diidentifikasi adalah triphenyl fosfat ditengarai juga digunakan dalam senjata kimia.

Penulis utama studi ini, Conny Ostman, mengatakan sebuah kantor harus memiliki ventilasi yang baik untuk mencegah emisi.

3. Infeksi

Kantor bisa menjadi tempat penyebar infeksi. Bukan hanya rekan – rekan kerja anda yang bisa menularkan infeksi, tetapi juga AC dan perputaran udara di kantor bisa berdampak pada kesehatan.

“Jika udara terus-menerus didaur ulang maka dapat menyebabkan penyebaran penyakit,” kata seorang peneliti. Jika terlalu berangin pekerja bisa jadi mudah mengantuk.

Namun jika terlalu dingin, maka pekerja akan mengeluh tentang rasa dingin, bisa saja jadi menggigil, dan jadi lebih mudah terserang pilek.

Disebutkan dalam penelitian bahwa adanya pengatur suhu ruangan, jendela yang bisa dibuka untuk mendapat udara segar, dan keberadaan tirai penutup jendela bisa membuat karyawan bahagia.

4. Obesitas

Duduk di depan komputer sepanjang hari ditambah duduk di depan televisi di malam hari membuat seseorang menjadi semakin sedikit berolahraga.

Alhasil hal ini bisa mengakibatkan obesitas. Duduk terlalu lama juga berkontribusi pada masalah punggung. Karena itu ada baiknya setiap 20 menit sekali mengubah posisi duduk atau melakukan peregangan.

Sesekali berjalan – jalan di sekitar kantor atau berdiri saat menerima panggilan telepon bisa dilakukan untuk mengurangi risiko diabetes dan sakit punggung.

Jika anda terbiasa menggunakan mobil pribadi untuk berangkat kerja, ke mana – mana anda dengan mudahnya tinggal duduk di mobil sampai ke tempat tujuan membuat tubuh semakin jarang bergerak.

Untuk itu ada baiknya memarkir mobil yang agak jauh dari tujuan agar anda punya waktu untuk berjalan kaki lebih lama. Upaya lain untuk menjaga kesehatan adalah dengan mengonsumsi makanan sehat, yakni yang mengandung protein.

Sebab protein penting bagi seseorang untuk perkembangan setiap sel dalam tubuh dan juga untuk menjaga kekebalan tubuh.

Tidak ada salahnya jika anda memulai hari dengan sarapan yang mengandung protein. Perlu diingat, kurangnya konsumsi protein bisa menjadi salah satu alasan anda mudah lelah.

Protein membutuhkan waktu lebih lama daripada karbohidrat untuk memecah dalam tubuh, sehingga mampu menyediakan sumber energi yang tahan lama.

Anda dapat menemukan protein pada unggas (misalnya dari saripati ayam), ikan, daging merah tanpa lemak, kacang-kacangan, susu, yoghurt, telur, keju, dan tahu.

Berdasar penelitian Emi Yamano dan kawan – kawan yang diberi tajuk ‘Effects of chicken essence on recovery from mental fatigue in healthy males’, ditemukan bahwa pemberian saripati ayam mampu meningkatkan kinerja terkait tugas kognitif pada laki-laki yang sehat.

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya bahwa saripati ayam memiliki efek pada pemulihan tubuh dari kelelahan mental.

Dalam kesimpulannya para peneliti tersebut menyebut mereka menemukan bahwa sejumlah laki – laki sehat yang terlibat dalam penelitian dan diberi minuman saripati ayam ternyata mampu mereduksi kelelahan dan malah meningkatkan kerja kognitifnya.

Hasil ini diperoleh setelah para lelaki sehat itu diberi asupan saripati ayam selama 1-4 pekan – KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : dnaberita.com