PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Nilai karet alami Tocom pada penutupan transaksi jualbeli kemarin siang (16/09) diakhiri dengan harga yang turun. Hal ini disebabkan karena penguatan Yen dan pelemahan minyak mentah berjangka. Mata uang Japan terpantau mengalami penguatan. Pasangan kurs USDJPY melemah sampai di angka kisaran -1,75 persen pada posisi 104.15. Yen melemah dikarenakan terjadi setelah dollar AS juga melemah dengan keputusan dari Fed mempertahankan suku bunga AS yang tetap di harga sebelumnya. The Fed sidak merubah suku bunga AS pada hari rabu (16/06) dan masih mengisyaratkan bahwa masih aka nada kenaikan lagi tahun ini.

Bahkan pada tahun ini proyeksi suku bunga kurang aman dari sebelum sebelumnya. Bank pusat AS menurunkan proyeksi perkembangan ekonomi untuk tahun 2016 menjadi 2,2 persen yang sebelumnya berada di 2,2 persen dan prospek untuk 2.017 menjadi 2,0 persen dari 2,1 persen. Penguatan mata uang Jeppan terjadi setelah Bank of Japan menahan stimulu moneternya. Bank of Japan menahan perluasan stimulus moneter dengan Gubernur BOJ serta dengan dewan kebijakan terus mengukur dampak ekonomi dari kebijakan dalam tingkat negated yang tidak popular merke menjelang pemilu bulan depan.
Oleh karena itu dengan ketidakpastiannya prospek pasar global, juga memberika alas an BOJ mau mempertahankan suku bunganya pada minus 0,1 persen dan akan melanjutkan target tahunan untuk memperluaskan basis moneter pada 80 trilliun yen ( $764). Berkisar 28 persen dari ekonomi dalam survey Bloomberg memperkirakan pelonggaran tambahan pada pertemuan ini, dengan 55 persen akan memperkirakan untuk pertemuan berikutnya di tanggal 29 Juli, ketika BOJ akan segera mempebaharui proyek inflasi. Kenaikan nilai tukar mata uang Jepang membuat harga komoditas yang diperjualbelikan dalam mata uang ini menjadi lebih relative lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya yaitu permintaan akan komoditas ini mengalami penurunan.

Kontak Pekasa Futures

Sedangkan harga minyak mentah merosot di perdagangan Asia pada Kamis pagi ini (16/06), menuju hari keenam dalam penurunan, kemudian menyusul penarikan yang lebih rendah dari yang diperkirakan pada persediaan AS dan di tengah kekuatiran Inggris akan hengkang dari Uni Eropa. Minyak mentah AS mengalami penurunan harga menjadi 39 sen, atau hamper sekitar 1 persen, di angka $ 47,62 per barelnya pada 0142 GMT. Melainkan harga minyak mentah Brent anjlok sampai ke harga 34 sen, atau berkisar 0,7 persen, lebih rendah pada angka $ 48,63 per barelnya. Pelemahan harga minyak mentah menjadikan biaya produksi karet sintetis menjadi lebih murah, dampaknya dari permintaan terhadap komoditas karet alami seperti yang diperdagangkan di Tocom mengalami penurunan.

Pada transaksi siang ini, harga karet untuk kontrak paling aktif di bursa komoditas Tokyo yaitu kontrak bulan November 2016 berakhir melemah sebesar -2,0 yen menjadi 147,9 yen per kilo nya, yang anjlok dari penutupan sebelumnya pada posisi 149,9 yen per kilonya. Hasil survey R&D SGB Center bahwa pergerakan harga karet berjangka Tocom pada transaksi jualbeli selanjutnya masi berpotensi alami tekanan yang dipengaruhi oleh potensi penguatan yen Jepang. Harga komoditas karet di bursa Tocom akan mengetes level Support di harga 143,00 yen dan 138,00 yen. Harga akan menemui Resistance pada level 153,00 yen jika harga akan berbalik ke teritori positif.- KONTAK PERKASA

(Sumber : Bloomberg)