Akhir Pelarian Pembunuh Sisca – Kontak Perkasa Futures

Kontak Perkasa Futures – Kurang dari dua hari, polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan perempuan di Apartemen Kebagusan City, Sisca Icun Sulastri. Terungkap, perempuan 34 tahun itu menghembuskan nafas terakhirnya di tangan Hidayat (22), pria yang dikenalnya lewat aplikasi random chatting.

“Yang jelas, dia (Sisca) berkomunikasi, chatting lewat MiChat dan sempat bertemu pertama kali. Ini masih kita dalami,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Indra Jafar dalam rilis kasus pembunuhan Sisca Icun Sulastri di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Jaksel.

Saat ditanyai wartawan, kemarin malam, Indra menyatakan belum mengetahui sudah berapa lama korban dan pelaku kenal dan berhubungan lewat MiChat. Penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Hidayat.

Diketahui, polisi memulai penyelidikan kasus ini pada Selasa (18/12) malam. Setelah mendapat laporan penemuan jasad Sisca yang tengah membusuk di Unit 19A18 Tower A apartemen tersebut.

Polisi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad Sisca ke RS Fatmawati. Pantauan detikcom di lokasi pada saat itu, tampak polisi berkerumun di ruang sekuriti untuk memeriksa rekaman CCTV.

Pemeriksaan CCTV yang dilakukan polisi beralasan. Pasalnya polisi sedari awal sudah menyimpulkan Sisca tewas tak wajar karena terdapat luka akibat benda tajam yang kasat mata.

“Pengecekan ya tadi lokasi sudah jelas di TKP, kami temukan sesosok mayat wanita dengan luka-luka di sekujur tubuh. Luka ada sebagian senjata tajam, tapi untuk pastinya divisum,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel Kompol Andi Sinjaya di Kebagusan City, sesaat usai jasad Sisca ditemukan.

Kesimpulan itu diperkuat dengan hasil autopsi yang dilakukan tim forensik RS Fatmawati, bahwa ada satu tusukan di ulu hati dan dua lainnya di pinggang sebelah kanan korban.

Dari rekaman CCTV diketahui ada laki-laki yang dijemput Sisca di lobi apartemen pada Minggu (16/12). Mereka kemudian masuk ke kamar. Sekitar 45 menit kemudian, pria ini keluar sendirian.

“Ini beberapa kali dia memang naik dengan beberapa laki-laki yang bukan calon suaminya itu. Beda-beda, yang hari terakhir itu dia naik sama terduganya itu. Naik kemudian 45 menit kemudian terduganya keluar sendirian. Pintu dikunci, dia yang bawa kunci,” ujar petugas satpam yang enggak disebutkan namanya tersebut kepada detikcom.

Pria itu adalah Hidayat, yang kemudian menjadi target perburuan. Hidayat lalu ditangkap di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan oleh tim Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan (cleaning service) ini mengaku kepada penyidik, perbuatannya dilatarbelakangi kekecewaan karena Sisca tak menepati janji, memberinya uang Rp 2 juta sebagai imbalan atas kencan.

“Ini masih kita dalami. Ini masih simpang siur, katanya yang menjanjikan korban, tapi katanya justru yang menjanjikan pelaku. Itu yang masih kita dalami yang benar yang mana karena (tersangka) ini belum sempat kita periksa,” ujar Indra Jafar.

Hidayat menyebut Sisca meminta dia tetap berada di apartemen untuk menemani dan mengancam akan melaporkan kencan mereka ke istri Hidayat jika tak dituruti. Hidayat juga menceritakan kepada penyidik, Sisca sempat berdebat dengannya dan menjambak rambutnya sehingga emosi Hidayat memuncak dan akhirnya gelap mata.

Masih berdasarkan keterangan Hidayat, dia mengeksekusi korban dengan pisau yang tergeletak di dekat TV. Korban sempat melawan, namun kehabisan tenaga setelah dibekap dan ditikam di bagian nadi lengan kirinya oleh Hidayat.

Meski sudah mencoba menghilangkan jejak dengan cara mengubur kedua ponsel korban di TPU Mangga, Gandaria Selatan dan membuang pisau di kali, di kawasan Pondok Indah, jejak kejahatan Hidayat berhasil diendus aparat. Kini pemuda berisitri itu telah berada di balik sel Polres Metro Jakarta Selatan.

“Selama ini masih kita gunakan pasal 338 KUHP sementara ini ya. Kalau dari pengembangan pemeriksaan dengan disesuaikan dengan bukti-bukti yang ada ya kita akan liat nanti. Akan kita gunakan pasal apa pada yang bersangkutan, yang jelas ini masih terlalu dini, kita lakukan pendalaman dulu,” terang Indra Jafar. – Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com