Erupsi Merapi Menjulang 6 Km Pagi,  Penerbangan Yogya Normal РKontak Perkasa Futures

Kontak Perkasa Futures – General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama memastikan penerbangan dari bandara tersebut masih tetap aman dan normal pascaerupsi Merapi pagi ini.

“Aktivitas penerbangan tetap berlangsung normal walau ada erupsi,” kata Pandu saat dihubungi wartawan, Selasa (3/3/2020) pagi.

Pandu menjelaskan, hasil paper test yang dilakukan pihaknya menunjukkan negatif abu vulkanik. Seluruh maskapai tetap bisa melintasi kawasan udara Yogyakarta.

“Hasil paper test negatif abu vulkanik dan arah angin ke barat daya. Kawasan ini tak ada rute penerbangan,” jelasnya.

Pandu kembali menegaskan jika penerbangan tetap berlangsung normal dan tidak ada penundaan.

“Tetap normal, baru saja Lion Air dengan nomor penerbangan JT 276 tujuan Yogyakarta Pekanbaru berangkat. Masih normal, sama sekali tidak ada penundaan maupun return to base,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari BPPTKG saat terjadi erupsi, angin mengarah ke utara. Oleh karenanya, potensi hujan abu jatuh di daerah Boyolali.

“Angin arah ke utara yakni ke Boyolali. Untuk Sleman masih aman dari hujan abu,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan.

Makwan menjelaskan, erupsi Merapi pagi ini tidak memengaruhi aktivitas masyarakat. “Pantauan abu vulkanik lebih banyak jatuh di utara, abu halus jatuh di Boyolali. Sementara wilayah Sleman aman dan warga beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Keterangan yang diunggah di akun Twitter resmi BPPTKG menyebutkan bahwa telah terjadi erupsi di Gunung Merapi tanggal 3 Maret 2020 pukul 05.22 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dgn amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik.

BPPTKG juga merinci bahwa tinggi kolom erupsi mencapai 6.000 meter dari puncak dan awan panas guguran meluncur ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 km. Sedangkan angin saat erupsi ke utara.

Erupsi kali ini jauh lebih besar dibanding erupsi sebelumnya. Tercatat erupsi Merapi terakhir terjadi pada 13 Februari 2020 lalu dengan tinggi kolom erupsi mencappai 2 km.

Status Waspada Merapi masih bertahan sejak 21 Mei 2018 hingga saat ini. - Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com