Kesalahan Fatal saat Wawancara Menurut Pakar HRD – Kontak Perkasa Futures

Kontak Perkasa Futures – Ketika melakukan wawancara kerja, kesan pertama adalah hal yang sangat krusial. Pewawancara akan memperhatikan setiap detail, seperti postur badan, kontak mata, dan sebagainya.
Sayangnya, ada kesalahan yang umum dilakukan pelamar dan hal ini berpotensi kuat membuat seseorang gagal diterima kerja. Apa itu?

Seorang perekrut senior dari Amazon DJ Cabeen, pada Jumat (22/10/2021) mengatakan, salah satu kesalahan saat wawancara adalah penggunaan kata yang kurang pantas atau bahkan kata-kata makian. Menurutnya, hal itu sama sekali tidak profesional dalam sebuah wawancara kerja.

Dia menjelaskan, hal itu juga tidak saja kerap terjadi pada calon pegawai yang masih baru, tetapi juga yang sudah sangat berpengalaman sekalipun.

Kesalahan yang kedua, kata Cabeen, adalah para kandidat menunjukkan keahlian mereka tanpa mengetahui informasi dasar mengenai tim atau posisi yang mereka lamar. “Mencari tahu soal perusahaan, tim, dan pewawancara adalah langkah sangat penting dan merupakan cara yang mudah untuk tampil menonjol saat proses rekrutmen,” terangnya.

Dirinya juga mengemukakan sebuah cara agar bisa tampil menonjol saat wawancara kerja, yakni menemukan persamaan antara kandidat dan pewawancara. Misalnya, hobi atau tempat tinggal. Cabeen mengatakan, hal ini membuat percakapan terasa lebih nyaman dan memperlihatkan bahwa pelamar yang bersangkutan benar-benar mengalokasikan waktu sebelum mengikuti wawancara ini.

“Hal ini juga membuat saya lebih santai karena pewawancara juga merasa gugup untuk melakukan wawancara ini, meskipun kami melakukannya sepanjang hari!” katanya.

Sementara itu, dalam laporan lain, ada hal lain yang wajib dihindari ketika melakukan wawancara via video. Kesalahan pertama adalah hadir terlambat.

Marketing manager sebuah perusahaan HR software Zenefit, Nadene Evans, mengatakan para pewawancara cenderung tidak sabar, baik untuk wawancara tatap muka atau virtual.

Dalam situasi wawancara daring, Evans menyarankan untuk pelamar melakukan cek beberapa jam sebelumnya dan memastikan semua yang dibutuhkan sudah siap. Selanjutnya, kandidat bisa sign in 5-10 menit lebih awal untuk memastikan dirinya bisa memanfaatkan aplikasi yang hendak digunakan.

Kesalahan kedua saat wawancara virtual adalah terlalu banyak interupsi atau latar belakang yang berlebihan. Evans mengatakan, para rekruter juga menyampaikan bahwa gangguan semacam ini juga bisa ditemui saat benar-benar sudah bekerja dan bisa mengganggu fokus.

Tidak hanya berusaha mencari tempat yang mendukung untuk wawancara saja, menurutnya kandidat perlu bertanya pada teman atau orang terdekat soal latar belakang video maupun bagaimana kesan yang diberikan kandidat yang bersangkutan.

Ia menegaskan, persiapan adalah kunci dan dapat mencegah berbagai hal tidak diinginkan sampai terjadi. – Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com