KSAL: Laut China Selatan Kini Kondusif – Kontak Perkasa Futures

Kontak Perkasa Futures – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Yudo Margono menyebut suasana di Laut China Selatan kini kondusif. Sampai saat ini, ada 4 KRI yang disiagakan di titik teritorial.
“Kalau Laut China Selatan kondisinya sampai saat ini masih kondusif dan kita selalu standby kan 4 KRI jenis free gate, yang ada di sana dan selalu menjaga kedaulatan kita 12 mil (laut teritorial),” kata Yudo, saat konferensi pers di Markas Komando Korps Marinir, di Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun No 40, Jakarta Pusat.

Yudo mengatakan saat ini tidak ada lagi kapal asing yang membelok masuk ke wilayah teritorial. Hanya di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dia memastikan pihaknya akan menindak semua kapal yang melanggar.

“Makin membandel? Nggak ada yang membandel (kapal asing). Kalau di ZEE, ada kapal-kapal asing yang melakukan penangkapan ikan maupun melaksanakan pengambilan sumber daya alam tanpa izin, pasti kita tangkap,” terangnya.

Sejauh ini, Yudo menyebut sudah banyak kapal asing asal Vietnam yang ditangkap TNI AL. Dia memastikan TNI akan terus menjaga Laut China Selatan agar terus kondusif.

“Berkali-kali kapal ikan Vietnam kan kita tangkap. Tetap kita jaga di sana, termasuk pada intel maritim kita, selalu standby di sana. Marinir juga standby di Natuna, satuan TNI terintegrasi, ada darat, laut, marinir, dan udara sudah ya standby di sana. Jadi tetap kita jaga (Laut China Selatan), dengan kekuatan yang ada sesuai komitmen saya waktu awal jadi KSAL saya selalu standby kan 4 KRI di sana,” tandas dia.

Saat ini Republik Rakyat China tengah membuat rancangan undang-undang (RUU) soal penjaga pantai atau coast guard.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan Indonesia menghormati Republik Rakyat China untuk membuat rancangan undang-undang (RUU) soal penjaga pantai atau coast guard. Namun Menlu berharap aturan itu harus menciptakan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

Retno menyatakan sikap RI soal Laut China Selatan di pertemuan menteri se-ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting). Dia mengatakan stabilitas itu terwujud apabila semua negara mematuhi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut atau UNCLOS 1982.

“Isu kedua yang saya sampaikan selama pertemuan AMM (ASEAN Ministerial Meeting) adalah harapan bahwa Laut China Selatan akan menjadi laut yang damai dan stabil. Laut yang damai dan stabil hanya akan terjadi jika semua negara menghormati hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982,” kata Retno dalam konferensi pers virtual.

Saat ini Indonesia terus memantau pembahasan RUU mengenai coast guard yang dilakukan oleh China. Retno menegaskan RI menghargai hak setiap negara membuat UU, namun aturan itu tidak berdampak negatif terhadap stabilitas kawasan.

“Indonesia juga menyampaikan terus memantau pembahasan RUU mengenai coast guard yang sedang dibahas di RRT. Tentu Indonesia menghormati setiap hak negara untuk membuat undang-undang nasionalnya,” tegas Retno.

“Namun Indonesia juga berharap UU tersebut tidak berdampak negatif bagi terwujudnya perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut China selatan. Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan RRT mengenai hal ini,” lanjutnya. – Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com