‘Sosialita Manja’ Berujung Raibnya Uang Miliaran – Kontak Perkasa Futures

Kontak Perkasa Futures – Ungkapan ‘Mau untung, malah buntung’ menggambarkan nasib puluhan orang yang menjadi memberi arisan ‘Sosialita Manja’. Arisan online dengan sistem investasi dengan pengembalian dana berbunga ini membuat rugi anggotanya hingga miliaran rupiah.

“Hampir satu tahun lah (beraksi menipu), sejak Mei 2019,” ujar Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Augustinus B Pangaribuan, kepada wartawan di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (6/12/2019).

Polisi akhirnya menangkap admin arisan online tersebut yaitu dua perempuan bernama Wenny (40) dan Kelvina (34) di Makassar. Kedua tersangka diamankan setelah sejumlah korbannya melapor ke polisi, pada Senin (2/12).

“(Kerugian korban) Rp 10 miliar lebih ini dari 51 yang sudah terdata,” kata Agustinus.

Polisi menyampaikan modus kedua tersangka adalah mengiming-imingi bunga dalam jangka waktu kurang dari sebulan pada calon member. Kedua tersangka akan menepati janjinya di awal arisan agar korban percaya dan menyetor uang dengan nominal lebih banyak. Setelah itu, kedua tersangka tak mengembalikan uang setoran member dan mengaku kolaps.

Kepada Agustinus, Wenny dan Kelvina mengaku uang para member arisan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kedua wanita itu juga menggunakan uang arisan untuk menunjang gaya hidup mereka.

“Yang pasti (buat) makan, kemudian belanja baju segala macam,” ucap Agustinus.

Augustinus menjelaskan penyidik berencana menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam penanganan kasus ini. Tujuannya untuk menelusuri aliran dana di rekening Wenny dan Kelvina.

Curhat Para Korban

Salah seorang korban arisan ‘Sosialita Manja’, Vincent, mengaku telah menginvestasikan uang senilai ratusan juta rupiah pada kedua tersangka. Vincent menceritakan awal ketertarikannya ikut arisan ini karena dijanjikan keuntungan 20 persen dari uang yang dia setorkan.

“Total kerugian di WN (Wenny) Rp 175 juta, di KL (Kelvina) Rp 55 juta,” ujar Vincent yang hadir di Mapolda Sulsel.

Menurut Vincent, Wenny dan Kelivina berjanji akan mengembalikan uang yang ia setorkan serta keuntungan dalam masa 20 hari. Awalnya Vincent percaya lantaran pelaku benar-benar mengembalikan uangnya.

“Pernah (setoran dan keuntungan diberikan). Karena pertama kan kita tes dulu toh, baru jumlahnya kan tidak besar. Jumlahnya sedikit-sedikit yang pertama, kecil-kecil dulu, Rp 10 juta kembali Rp 12 juta. Pas yang terakhir ndak ada (uang dikembalikan), dia mengaku kolaps, ndak bisa bayar,” sambung Vincent.

Sama halnya dengan korban arisan ‘Sosialita Manja’ bernama Emil. Dia mengaku rugi hingga Rp 500 juta. Dia pun mengungkapkan Wenny dan Kelvina mematok biaya administrasi Rp 2,5 juta yang akan dipotong saat hendak mengembalikan uang investasi member arisan.

“Misalkan saya setor bunga pokok Rp 10 juta. Nanti keuntungannya sekitar 15 juta dan akan dipotong Rp 2,5 juta untuk admin,” terang Emil.

Emil, yang telah bergabung sejak 2018, mengaku sempat mendapatkan pengembalian modal. Namun karena merasa tak ada masalah, modal itu dimasukkan kembali sebagai dana pokok untuk arisan lagi.

Korban lainnya, Ivana Lie, mengaku telah menggelontorkan investasi hingga Rp 800 juta di arisan online ini. Dia menuturkan sang admin menawarkan beberapa sistem semacam permainan, yaitu permainan flat, double, tembak, dan menurun.

“Kalau flat ini, admin akan mengumumkan di grup ada pihak yang akan meminjam dan membuka 10 penyandang dana. Urutan 1 hingga 10 berdasarkan waktu pengembalian dengan bunga hingga 15 persen,” cerita Ivana.

Ivana, yang bergabung sejak Juli 2019, mengaku belum ada sepeser pun uangnya yang kembali dari tersangka.

Sementara itu kuasa hukum para korban, Muhammad Aljebra, menyebut ‘Sosialita Manja’ bukan arisan biasa, melainkan sistemnya mirip pinjaman online, di mana peserta arisan sebagai investor. Dia menuturkan Wenny dan Kelvina menjaring korbannya lewat media sosial, seperti Facebook dan grup Whatsapp serta dari mulut ke mulut.

“Arisan ini tersebar dari mulut ke mulut dan mereka tergiur dengan bunga yang dijanjikan oleh tersangka,” ungkapnya.

Untung mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi menjerat Wenny dan Kelvina dengan Pasal 45 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perbankan juncto Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE. – Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com