Trump Bersedia Lengser Keprabon – Kontak Perkasa Futures

Kontak Perkasa Futures – Usai bersikukuh tidak mengakui kekalahannya terhadap Joe Biden dalam Pilpres AS 2020, Donald Trump akhirnya mengalah. Trump kini bersedia lengser keprabon alias turun tahta dan menyerahkan kedudukannya ke Presiden terpilih AS Joe Biden.
Lembaga yang mengurusi penyediaan perkantoran pemerintah Amerika Serikat (AS) sudah mengakui kemenangan Joe Biden di Pilpres AS. Mereka mulai mempersiapkan transisi formal dari pemerintahan Presiden Donald Trump ke Biden.

Selasa (24/11/2020), lembaga itu adalah Administrasi Layanan Umum (The General Services Administration/GSA). Mereka mengabarkan ke Biden bahwa pemerintahan Trump sudah siap untuk menjalankan proses transisi secara formal.

Kabar ini diungkapkan melalui surat dari Administrator GSA bernama Emily Murphy yang dikirim ke Biden pada Senin (23/11) siang dan diperoleh wartawan.

Ini adalah langkah pertama pemerintahan Donald Trump mengakui kekalahannya. Langkah pertama ini diambil setelah dua pekan deklarasi kemenangan Biden di Pilpres AS 2020.

Emily Murphy dari GSA mengaku tidak tertekan oleh Gedung Putih yang menunda transisi formalnya. Dia mengambil keputusan secara independen.

“Harap diketahui saya mengambil keputusan secara independen, berdasarkan hukum dan fakta-fakta yang tersedia,” kata Murphy.

“Saya tidak pernah langsung atau tidak langsung ditekan oleh pemerintah eksekutif, termasuk oleh mereka yang bekerja di Gedung Putih atau GSA,” demikan kata Murphy.

Melalui surat Murphy tersebut, maka transisi pemerintahan resmi dimulai. Pemerintah Trump saat ini sudah mendapat izin untuk berkoordinasi dengan tim Biden, serta menyediakan dana jutaan di pemerintahan untuk menyelenggarakan transisi itu.

Biden sendiri sudah mengumumkan orang-orang pilihannya untuk duduk di kabinet, sejak Senin (23/11). Namun mereka belum bisa melakukan kontak dengan pemerintah federal AS atau mengakses dana 6,3 juta USD untuk mengurus transisi. Namun kini, semua itu sudah bisa dilakukan secara sah.

Trump merilis cuitan setelah GSA, yang secara resmi ditugasi mengawali transisi kepresidenan, menginformasikan tim Biden bahwa proses akan dimulai.

Emily Murphy selaku pejabat GSA mengatakan dirinya membuka akses dana sebesar US$6,3 juta (Rp89,7 miliar) kepada presiden terpilih.

Seraya berikrar untuk meneruskan “pertarungan”, Trump berkata: “Bagaimanapun, demi kepentingan terbaik bagi negara kita, saya merekomendasikan kepada Emily dan timnya untuk melakukan apa yang perlu ditempuh terkait protokol awal, dan saya telah menginstruksikan kepada tim saya untuk melakukan hal serupa.”

Tim Biden menyambut baik atas pengakuan Trump. Keputusan ini merupakan langkah penting untuk memulai menghadapi tantangan bangsa.

“Keputusan hari ini adalah langkah yang diperlukan untuk mulai menangani berbagai tantangan yang dihadapi bangsa kita, termasuk mengendalikan pandemi dan mengembalikan ekonomi kita pada jalurnya,” sebut tim Biden dalam pernyataan resmi.

“Keputusan aksi ini adalah tindakan administrasi yang pasti untuk memulai proses transisi secara resmi dengan lembaga-lembaga federal,”

Lantas bagaimana dengan gugatan Trump?

Trump dan para sekutunya mengalami serangkai kekalahan di sejumlah pengadilan negara-negara bagian kunci dalam upaya menentang hasil Pilpres AS 2020.

Tim kampanye Trump dilaporkan mencoba meyakinkan para anggota parlemen negara-negara bagian dari Partai Republik untuk menunjuk pemilih mereka guna memilih Trump, tapi upaya itu tidak berhasil.

Di Negara Bagian Wisconsin, penghitungan ulang sebagian suara sedang berjalan atas permintaan tim kampanye Trump. Beberapa pejabat pemilu menuduh sejumlah pendukung Trump menghalangi proses penghitungan ulang tersebut.

Mereka mengatakan dalam beberapa kasus, pengamat dari kubu Trump menentang penghitungan setiap kertas suara secara sengaja untuk memperlambat proses.

Di Negara Bagian Pennsylvania, seorang hakim Republikan memutuskan tim kampanye Trump berupaya “meniadakan hampir tujuh juta suara” tanpa bukti nyata. Para pengacara Trump kini mengajukan banding di pengadilan Philadelphia.

Upaya hukum Trump lainnya di negara bagian tersebut gagal mengubah keunggulan Biden sebanyak sekitar 80.000 suara.

Tim kampanye Trump juga menyerukan perhitungan ulang di Negara Bagian Georgia, setelah penghitungan secara manual memastikan kemenangan Biden di negara bagian tersebut. – Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com