Vaksin Pfizer Cegah COVID-19 yang Parah Selama 6 Bulan – Kontak Perkasa Futures

Kontak Perkasa Futures – Hasil analisis terhadap para pasien di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa vaksinasi dengan dua dosis suntikan Pfizer tetap sangat efektif melawan COVID-19 yang parah — termasuk varian Delta — selama setidaknya enam bulan.
Demikian menurut penelitian yang diterbitkan di Lancet yang mengukur efektivitas satu vaksin dari waktu ke waktu dalam pengaturan dunia nyata.

Selasa (5/10/2021), Pfizer dan penyedia layanan kesehatan Kaiser Permanente melihat catatan dari 3,4 juta jiwa penduduk California selatan, sekitar sepertiga di antaranya telah divaksinasi penuh antara Desember 2020 dan Agustus 2021.

Setelah jangka waktu rata-rata tiga sampai empat bulan, orang yang divaksinasi penuh atau menerima dua dosis suntikan, ditemukan 73 persen terlindungi dari infeksi dan 90 persen terlindungi dari rawat inap.

Tapi sementara perlindungan terhadap infeksi dari varian Delta turun 40 persen selama lima bulan, perlindungan terhadap rawat inap yang melibatkan kasus dari semua varian tetap sangat tinggi selama penelitian.

Ditekankan bahwa hasil penelitian tersebut konsisten dengan data awal dari otoritas kesehatan Amerika Serikat dan Israel.

Berkurangnya pertahanan terhadap infeksi “kemungkinan terutama lebih disebabkan oleh berkurangnya efektivitas vaksin daripada karena varian Delta yang lolos dari perlindungan vaksin”, demikian para peneliti menyimpulkan.

“Temuan kami menggarisbawahi pentingnya pemantauan efektivitas vaksin dari waktu ke waktu dan menyarankan bahwa dosis booster mungkin diperlukan untuk mengembalikan jumlah perlindungan awal yang tinggi yang diamati di awal program vaksinasi,” imbuhnya.
Pada bulan Agustus lalu, otoritas AS mengizinkan pemberian vaksin booster (penguat) untuk orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah, sementara di Prancis suntikan booster telah ditawarkan kepada orang tua.

Israel telah melangkah lebih jauh, dengan menawarkan dosis booster kepada anak-anak berusia 12 tahun ke atas, lima bulan setelah menerima suntikan kedua.

Namun, laporan bulan September dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bahwa vaksin saat ini cukup efektif melawan COVID-19 yang parah, sehingga suntikan ketiga atau booster tidak diperlukan untuk populasi umum. – Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com