Windows Phone, dan ‘Pengorbanan’ Nokia – Kontak Perkasa Futures

Kontak Perkasa Futures – Bill Gates mengungkapkan rasa penyesalannya karena tidak mampu menyaingi sistem operasi Android. Meski tak menyebutkan secara gamblang, mungkin ia juga mengingat soal kegagalan Windows Phone.

“Kesalahan terbesar (saya) adalah… kesalahan manajemen apapun yang saya lakukan yang menyebabkan Microsoft tidak bisa jadi seperti Android,” ujar Gates.

Jika diingat lagi, usaha Microsoft menaklukkan pasar mobile diawali dengan Windows Mobile. Seiring perkembangan Android dan iOS, Microsoft mengubah total tampilan OS-nya dengan peluncuran Windows Phone 7 pada tahun 2010.

Windows Phone 7 tampil dengan interface kotak-kotak dan dipuji karena sangat smooth. Banyak layanan andalan Microsoft dibenamkan, seperti Internet Explorer, Zune, Xbox Live, sampai Exchange.

Para vendor seperti Samsung dan HTC pun mengeluarkan smartphone perdana dengan Windows Phone 7. Namun yang menjadi senjata utama Microsoft adalah keberhasilan mereka menggaet Nokia, produsen ponsel terbesar saat itu.

Nokia di bawah kepemimpinan CEO Stephen Elop, memutuskan menjadi pemakai utama Windows Phone, bukan Android. Dengan merek Nokia Lumia, dimulailah tantangan Microsoft pada Android dan iPhone.

Pada tahun 2012 atau sekitar setahun setelah peluncuran perdana ponsel Nokia Lumia, belum ada tanda-tanda Windows Phone menanjak. “Untuk peluncuran perangkat pertama Lumia, saya akan lebih suka kalau kami melakukannya dengan lebih baik,” kata Elop kala itu.

Namun Elop mengklaim Lumia adalah smartphone solid. Ia yakin performa bisnis Nokia akan membaik dengan Windows Phone. “Kami harus mampu berdiri dan mengatakan ini (Windows Phone-red) lebih baik dan juga berbeda secara fundamental,” imbuh mantan petinggi Microsoft tersebut.

Tapi usaha apapun yang dilakukan Nokia dengan Windows Phone tidak berbuah manis. Kegagalan Windows Phone menarik perhatian konsumen diakui sendiri oleh CEO Microsoft saat itu, Steve Ballmer.

Pria berkepala pelontos ini menyatakan pencapaian WP 7 memang masih sangat minim ketimbang para rivalnya. “Dalam setahun, kami yang tadinya sangat kecil tetap sangat kecil,” ucapnya.

Nokia yang malah makin tertaih-tatih akhirnya dicaplok Microsoft pada tahun 2014 dengan harga ‘murah’ jika mengingat statusnya sebagai vendor smartphone raksasa, walau sudah ‘mantan’.

Di bawah naungan Microsoft, Nokia malah makin terjerembab. Puncaknya di bawah kepemimpinan CEO baru Satya Nadella, Nokia dihabisi dan Microsoft tidak melanjutkan pengembangan ponsel ataupun Windows Phone.

Begitulah, Nokia akhirnya lepas dari Microsoft dengan seluruh kekuatannya sudah hilang. Sekarang di bawah naungan HMD Global, Nokia sedang berusaha bangkit dengan memakai OS Android.

Dalam buku barunya, Hit Refresh, Nadella mengungkap bahwa dia tidak setuju CEO Microsoft ketika itu, Steve Ballmer, membeli Nokia. Dalam voting yang dilakukan Ballmer pada kalangan eksekutif Microsoft, Nadella menjawab tidak sepakat Microsoft mencaplok Nokia.

Nadella rupanya merasa pembelian Nokia percuma saja karena Android dan iOS sudah begitu kuat. Windows Phone 8, betapapun bagus, dianggap tidak akan mampu menjadi alternatif yang kuat. Bersama Nokia sekalipun.

“Aku tidak paham bagaimana dunia ini memerlukan ekosistem ketiga di ponsel. Sudah terlambat untuk mendapatkan pijakan yang telah hilang. Kita takkan dapat mengejar kompetitor,” tulis Nadella.

Nadella merasa realistis bahwa Android dan iOS sudah terlalu jauh di depan. Dan konsumen sudah memutuskan memilih kedua sistem operasi tersebut. Alhasil Microsoft dipastikan tidak akan lagi mengeluarkan smartphone berbasis Windows Phone.

“Realitasnya adalah kami tidak bisa berkompetisi sebagai ekosistem ketiga dan tidak bisa menarik developer,” kata CEO berdarah India itu belum lama ini.

Salah satu faktor utama kegagalan Windows Phone adalah kurangnya dukungan developer aplikasi. Jadilah ekosistem Windows Phone tak mampu menyaingi Android dan iOS.

Masih mencoba bersaing, pada tahun 2017, Windows Phone diteruskan oleh Windows 10 Mobile. Sayangnya, upaya ini pun sia-sia. Microsoft memastikan Windows 10 Mobile sudah tamat pada awal tahun 2019 ini.

Joe Belfiore, Corporate VP Operating Systems Group Microsoft mengatakan sulitnya mereka mencari developer untuk membuat aplikasi di Windows Mobile, dan segala hal tampaknya sudah mereka lakukan.

“Kami sudah berusaha keras untuk memberi insentif ke developer aplikasi. Membayar sejumlah uang, menulis aplikasinya untuk mereka, namun jumlah pengguna terlalu rendah bagi kebanyakan perusahaan untuk berinvestasi,” tambahnya.

Maka bisa dibilang, usaha Microsoft menaklukkan jagat mobile gagal total, bahkan meskipun dengan pengorbanan Nokia. Wajar jika Bill Gates merasa kecewa karenanya, apalagi Android begitu dominan.

“Android adalah standar platform ponsel non Apple. Itu adalah hal natural bagi Microsoft untuk menang. Sungguh, winner take all,” sebut Gates. Praktis saat ini, hanya iOS dan Android yang menguasai pasar. Seperti kata Gates, mereka telah memenangkan segalanya. – Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com