PT Kontak Perkasa – Media Sosial Dan Etika Kedokteran

PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYAKARTA – Zaman sekarang semakin banyak orang yang menggunakan media sosial untuk mencari jawaban masalah kesehatannya. Hal ini kadang bisa membuat dokter dihadapkan dengan situasi sulit yang mempertanyakan etika.

“Internet dan ketersediaan luas informasi kini adalah aspek permanen bagaimana kita menjalani hidup sehari – hari, termasuk di antaranya bagaimana kita berpikir tentang dan bagaimana menghadapi masalah kesehatan kita,” kata dr Chris Feudtner direktur etika medis dari Children’s Hospital of Philadelphia.

dr Chris mengatakan dalam laporannya di jurnal Pediatrics bahwa media sosial terutama dapat memengaruhi bagaimana pasien berinteraksi dengan dokter. Kesimpulan ini ia ambil setelah menganalisis satu skenario fiksional gabungan dari contoh beberapa kasus yang sudah terjadi.

Dalam kasus fiksional tersebut dikatakan ada orang tua dari pasien kanker anak laki – laki berumur 10 tahun yang mulai menulis blog. Dokter, perawat, dan staf rumah sakit termasuk di antara 1.000 pembaca setianya.

Setelah satu tahun dirawat, kanker si anak kembali dan orang tua memulai petisi online mencari akses terapi eksperimental yang hanya bisa didapat lewat uji klinis. Sementara itu tidak ada uji klinis yang menerima pasien baru.

Waktu berlalu dan petisi berhasil meraih sekitar 60 ribu pendukung. Sorotan media pun mulai datang membuat tekanan pada rumah sakit dan tim klinik untuk menyelamatkan nyawa satu orang anak.

dr Chris mengatakan saat itu timbul masalah etika tentang bagaimana keputusan untuk menjalankan terapi diambil. Lebih jauh muncul juga masalah keadilan untuk keluarga lain yang mungkin pada situasi sama namun tak punya akses atau kemampuan online mengadvokasikan kebutuhannya.

Oleh karena itu menurut dr Chris saat ini rumah sakit dan institusi kesehatan perlu punya kebijakan untuk menghadapi media sosial pasien dan bertindak proaktif. Dokter perlu tahu bahwa mereka didukung untuk memberikan perawatan yang tepat dan pantas bahkan ketika bertentangan dengan apa yang diadvokasikan pasien dan keluarganya di media sosial.

Selain itu penting juga untuk menjaga komunikasi dengan pasien sehingga masing-masing pihak tahu apa yang bisa diharapkan – PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : health.detik.com