KONTAK PERKASA FUTURES –¬†Alternatif memulai usaha baru dengan cara mudah dan murah adalah memulai bisnis tingkat rumah tangga. Banyak orang yang sukses dengan usaha rumah tangga yang dikembangkan menggunakan strategi bisnis, bukan sekedar usaha yang dijalankan demi mendapat uang tambahan untuk penghasilan sehari-hari. Sama seperti usaha kelas menengah dan usaha besar, usaha rumah tangga pun wajib dikembangkan dengan strategi tertentu agar bisa tumbuh.

Strategi pengembangan usaha rumah tangga pada dasarnya sama saja dengan yang diterapkan pada usaha kelas menengah dan besar, hanya levelnya yang berbeda. Berikut adalah cara agar usaha rumah tangga bisa berkembang dengan menggunakan strategi bisnis tertentu.

 

Strategi 1: Tentukan Jenis Usaha yang Paling Diminati

Banyak pengusaha baru yang cepat bangkrut karena mereka melakukan kesalahan besar; hanya berfokus pada usaha yang sedang tren tanpa memikirkan apakah usaha tersebut mereka minati atau tidak. Melihat jenis usaha yang sedang tren mungkin menggiurkan, namun akan lebih baik jika jenis usaha yang dipilih juga berkaitan dengan minat pribadi agar mudah memikirkan strategi bisnis yang bagus kelak.

 

Strategi 2: Pisahkan Keuntungan untuk Menabung Modal Pengembangan

Anda membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha baru, jadi jangan sampai semua penghasilan yang diperoleh dihabiskan lagi untuk keperluan sendiri dan modal operasional keesokan harinya. Bagilah pendapatan yang diperoleh ke dalam 3 pos: uang untuk modal operasional, untuk keperluan sehari-hari dan sebagai modal pengembangan usaha di masa depan. Jika usaha sudah berkembang, Anda bisa menggunakannya untuk modal beriklan atau berpromosi dan menambah jenis produk.

 

Strategi 3: Ketahui Siapa Konsumen Anda

Ini juga merupakan strategi bisnis yang sering dilupakan oleh pengusaha baru, terutama yang levelnya pengusaha rumah tangga. Mereka hanya berpikir bahwa suatu produk pasti akan laku, tetapi tidak memikirkan siapa sebenarnya pelanggan mereka, bagaimana karakteristik mereka dan apakah mereka berpotensi menjadi pelanggan jangka panjang, kalau melihat kemungkinannya. Kenali konsumen utama Anda sejak awal berikut karakteristiknya.

 

Strategi 4: Buat Susunan Rencana Target

Strategi bisnis yang dirancang dengan target biasanya akan lebih terperinci, mendetail dan tepat sasaran dibandingkan dengan yang disusun tanpa target. Walaupun baru berupa usaha kecil, Anda bisa memulai bisnis rumah tangga dengan membuat perencanaan target usaha. Tidak perlu yang terlalu jauh dulu, melainkan cukup mulai dengan target jangka pendek misalnya 6 bulan ke depan. Setelah melalui 6 bulan, melihat hasilnya dan melakukan evaluasi, baru Anda bisa menentukan target yang lebih terperinci.

 

Strategi 5: Berikan Unsur yang Berbeda dalam Produk

Jika Anda memulai suatu bisnis yang produknya sudah banyak dibisniskan oleh orang lain, ada baiknya Anda menonjolkan suatu ciri khas atau keunikan agar mudah bersaing. Misalnya, jika Anda memproduksi kue kering seperti kastengel atau makanan ringan seperti stik keju, buatlah variasi dalam produk yang akan menjadi ciri khas Anda. Misalnya, stik keju yang dijual bersama stik korned, atau kastengel dengan rasa berbeda.

 

Strategi 6: Gunakan Strategi Pemasaran yang Baik

Jika ada kemungkinan Anda bisa memilih strategi pemasaran lebih dari satu, cobalah pilih yang sesuai dengan kemampuan Anda. Jika Anda bisa internet, buat blog atau akun sosial media untuk berpromosi. Lakukan juga promosi mulut ke mulut, menitipkan barang di toko setempat dan sebagainya.

Akhirnya, tidak hanya strategi bisnis saja yang harus dipikirkan dalam hal mengembangkan usaha rumah tangga. Anda harus memiliki mental pengusaha yang tangguh seperti mau kerja keras, tidak mudah putus asa dan kreatif.