Agar bisa sukses bertransaksi di bursa, seorang investor ada baiknya menajamkan pengamatannya sehingga mampu memprediksi arah pasar. Bahkan kalau bisa ia harus bisa memprediksinya jauh sebelum ada orang lain yang punya prediksi sama. Dengan demikian, ia telah menang langkah dibanding investor yang lain.

Salah satu cara agar mampu memprediksi kemana pasar mengarah, adalah dengan menerapkan metode Analisa Teknikal. Analisa Teknikal, bagi sebagian orang dianggap jauh lebih efektif dan jitu untuk menganalisa pasar dibanding Analisa Fundamental.

Perlu Anda ingat kembali, Analisa Teknikal pada prinsipnya merupakan metode analisis yang menggunakan data-data pasar. Dengan menggunakan data-data mengenai harga, pasokan serta permintaan di masa lalu, analisa teknikal dapat memprediksi bagaimana permintaan dan pasokan di masa mendatang, serta menganalisa pergerakan harga yang mungkin akan terbentuk karenanya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi suatu tren atau pola yang berulang dari pergerakan harga dan kemudian dieksploitasi untuk mendapatkan kentungan. Berhubung data-data pasar lazim tersaji dalam bentuk grafik (charts), maka para analis teknikal lebih sering menggeluti grafik-grafik.

Diantara banyak macam analisa grafik, grafik candlestick adalah grafik yg paling populer digunakan saat ini. Kami sarankan kepada Anda untuk menguasai dengan cukup baik tentang grafik ini. Saya akan mulai dari cara mengenal, membaca, dan mengartikan grafik candlestick. Diharapkan setelah membaca artikel ini, Anda akan merasakan manfaat dan keuntungan dalam menggunakan grafik candlestick.

Lihat gambar dibawah ini.

Grafik candlestick = grafik lilin, lahir di Jepang. Kapan ? tidak ada yg tau persisnya, namun saat itu di jepang telah ada sekolah-sekolah lama yang mengajarkan analisa teknis untuk perdagangan beras.

Hingga suatu saat seorang barat bernama ‘Steve Nison’ menemukan dan pertama kali mengenal rahasia teknik jepang ini dari kenalannya sesama broker Jepang. Sejak saat itu Steve menjadi terobsesi dengan teknik ini, dia mulai mempelajari, meneliti, menulis, dan perlahan mulai tumbuh populer di sekitar tahun 90 an. Singkat cerita, kita patut berterima kasih kepada Steve Nison(Mr Candlesticks)

Dalam sebuah grafik candlestik/grafik lilin, mengandung informasi : harga pembukaan(Open), harga penutupan(Close), serta dinamika pergerakan harga(High/Tertinggi – Low/Terendah). Bagian bawah menunjukan harga terendah(lower shadow), sementara bagian atas adalah harga tertinggi(Upper shadow).

Dalam grafik lilin bagian tengah terdapat sebuah kotak. Kotak ini akan diberi warna dimana akan menandakan bahwa harga naik atau turun. Bila kotak tidak berwana/putih, menandakan harga naik, sedangkan bila kotak berwana hitam menandakan harga turun.

Harga naik apabila harga penutupan > harga pembukaan. Dan harga turun apabila harga penutupan < harga pembukaan. Disini kita melihat pasti ada jeda waktu antara harga pembukaan dan penutupan, jeda ini sering disebut dengan Time Frame. Dan bisa diatur sesuai keinginan kita, seperti 5 menit, 10 menit, 15 menit, 1 jam, 1 hari, ataupun 1 bulan.

Baik sampai disini beberapa hal yang perlu diingat tentang grafik candlestik yaitu:
* Open, Close, High, Low
* Shadow, body
Untuk membiasakan, selanjutnya akan digunakan istilah-istilah ini.

Bersambung Bagian 2

Mario Prabowo, Head of Research and Analyst Editor at www.kpfnews.com, @marioprabowo

– See more at: bisnisindeks.com