Menyusuri Jalur Pendakian Gunung Semeru Setelah Ditutup 3 Bulan – PT Kontak Perkasa Futures

PT Kontak Perkasa Futures – Pada tanggal 6-7 April lalu Tempo berkesempatan melakukan perjalanan menyusuri jalur pendakian Gunung Semeru menuju Ranu Kumbolo. Saat itu adalah tepat 4 hari paska dibukanya kembali jalur pendakian oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pendakian dilakukan bersama rombongan wartawan Forum Pariwisata.

Tujuan perndakian adalah Ranu Kumbolo, yang merupakan danau di ketinggian 2.400 mdpl dan berada di pos 4 jalur pendakian Semeru. Danau yang memiliki luas 15 hektare ini acap menjadi persinggahan para pendaki untuk membuka camp atau tenda sebelum melanjutkan perjalanan menuju pos terakhir Semeru.

Perjalanan dimulai dari Desa Ranu Pane. Mula-mula, pendaki bakal melewati perkebunan warga lebih dulu. Tampak tanaman kol mulai mekar dengan ukuran tanaman sebesar dua kali kepalan tangan.

Ada pula gundukan tanah yang berbaris rapi sepanjang jalur. Tanah itu berisi bibit kentang yang mulai masuk bulan ketiga masa penanaman.

Melintasi perkebunan sebelum masuk jalan setapak, rombongan bertemu dengan belasan turis Cina yang telah kelar melakoni pendakian. Mereka hendak menuju pos pelaporan. Warga setempat, Thomas, yang ditemui di desa terakhir pendakian Semeru mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, warga Cina mulai banyak ditemui di jalur aktivitas pendakian.

“Dulu kebanyakan turis Eropa, sekarang (pendaki) dari Cina mulai banyak terlihat,” kata Thomas.

Lantas setelah lepas rute ini, kami memasuki kawasan hutan. Pendaki-pendaki lokal pun mulai banyak ditemui. Semisal di jalur perhentian pos. Tampang-tampang pendaki usia belasan hingga 20-an pun lebih mendominasi.

Sepanjang jalur menuju Ranu Kumbolo, pendaki disuguhi oleh prnorama pepohonan dengan tunas-tunas daun baru berwarna hijau muda. Sejumlah rerumputan hutan juga tumbuh lebat melintang di sisi kanan-kiri jalan setapak.

Di beberapa titik, rumput-rumput ini menjulang setinggi lebih dari 1 meter. Kadang-kadang, badan akan tercobar-cabir oleh rerumputan. Maka itu, pendaki disarankan memakai baju lengan panjang untuk menghindari goresan.

Di pos kedua menuju ketiga dan ketiga menuju keempat, terdapat beberapa titik longsor. Ini akibat curah hujan di kawasan Semeru masih cukup tinggi. Hampir setiap hari terjadi hujan.

Namun tak perlu cemas dengan kondisi demikian. Titik longsor telah diberi tanda. Pihak TNBTS menandainya dengan garis rescue. Meski demikian, pendaki sebaiknya tak lengah dan abai dengan titik lainnya yang masih berpotensi longsor. Sebab, menjelang sore, jalur pendakian Semeru acap dilanda hujan.

Pada titik pendakian lainnya, misalnya di pos ketiga menuju keempat, terdapat tanjakan dengan elevasi yang lumayan. Jalurnya yang berupa tanah dan batu masih licin, bahkan beberapa trek berlumu lantaran musim hujan belum berakhir. – PT Kontak Perkasa Futures

Sumber: Tempo.co