PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Rabu kemarin Minyak mentak berbalik mengalami penurunan harga setelah Pemerintahan AS mengabarkan tentang penurunan jumlah suplaier minyak mentah yang jauh lebih rendah dari kenyataannya dan laporan pada institusi swasta. Investor juga bersiap akan menghadapi volaitlitas pasar seiring pada fluktuasi dollar AS pada ketidakpastian akan kelanjutan keanggotaan UK di UE. Sesuai dari data Energy Information Administration (EIA), minggu lalu jumlah dari suplai minyak mentah AS mengalami pengurangan sekitar 917.000 barel, sangat rendah dari dugaan penyusutan 1,7 juta barel dan hanya sepertiganya daja dari penurunan 5,2 juta per barelnya berdasarkan riset dari data American Petroleum Institute (API).

Kontak Perkasa Futures

Padahal pada tingkat peminat bensin pada minggu lalu memecahkan rekor tertinggi, ujar EIA. Sejalannya pada persipan dalam menghadapi “musim berkendara” di AS, tingkat peminatan bensin mencapai rata-rata sekitar 9,815 juta per barelnya tiap hari. Peminatan bensi AS pada tahun ini telah mengalami kenaikan pesentase sekitar 4,1 persen dibandingkan pada tahun lalu. Kenaikan peminatan seharusnya itu menjadi sifat positif bagi penjualan minyak mentah dikarenakan akan berdampak mengurangi surplus suplai yang menjadi pusar dari pelemahan pasar.

Rabu kemarin Minyak mentah berjangka berakhir dengan penurunan harga di level $49.00 per barel nya atau sekitar $ 1.20 dari level penutupan di sesi sebelum-sebelumnya. penjualan minyak mentah berjangka berpotensi menurun untuk jangka pendek dengan support yang paling terdekat dapat dilihat di posisi 48.10 sementara pada resisten yang terdekatnya berada di kisaran 49.80. – KONTAK PERKASA