PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Hasil dari referendum Inggris yang sampai sekarang masih belum juga dapat di perkirakan, meyebabkan harga minyak mentah sampai sekarang masih melemah di karenakan pasar masih menunggu data persediaan dari minyak AS.

Kemudian pada minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman di bulan Juli, yang ditutup pada hari Selasa atau hari Rabu pagi WIB, masih menunjukan pelemahan sebesar 52 sen ke posisi harga UD $48,85 per barel nya di New York Mercantile Exchange.

“kekuatiran makro sangatlah mempengaruhi”. Hasil dari referendum di Inggris akan memiliki dampak pada perekonomian yang cukup serius. Ujar Amrita Sen selaku dari ekonomi Aspek Energi Ltd seperti yang dikutib dari bloomberg, Rabu ini.

Survei mengatakan bahwa sebelum laporan dari badan administrasi energi Amerika Serikat, persedian akan minyak mentah Amerika Serikat kemungkinan akan mengalami penurun sekitar 1,5 juta per barel di minggu lalu.

Akan tetapi, pada stok minyak Amerika Serikat masih tetap lebih tinggi sekitar 100 juta per barelnya di atas dari rata-rata lima tahun akhir – akhir ini. Pada saat ini pasar saham masih menunggu hasil referendum di Inggris di tengah kekuatiran bahwa Brexit akan menimbulkan gejolak di pasar dunia. Referendum akan digelar pada tanggal 23 juni 2016 nanti. – PT KONTAK PERKASA