KONTAK PERKASA FUTURES – Minyak WTI (West Texas Intermediate) dan Brent ditransaksikan mendekati level terendah dalam empat tahun terakhir terkait spekulasi OPEC yang akan menolak penurunan laju produksi.

WTI berjangka turun sebanyak 0,8 persen di New York. Ekuador dan Venezuela akan meminta anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk memangkas kelebihan produksi, kata seorang pejabat Ekuador. Pemotongan besar tidak dalam kepentingan OPEC karena itu akan meningkatkan pasokan minyak AS, menurut Goldman Sachs Group Inc Senat AS menolak tindakan untuk menyetujui pipa Keystone XL yang akan membawa minyak Kanada ke Gulf Coast.

Minyak telah anjlok ke fase bearish karena Amerika Serikat mempompa minyak di laju tercepat dalam lebih dari tiga dekade terakhir dan melambat permintaannya. Pemimpin produsen OPEC termasuk Arab Saudi dan Kuwait yang menolak untuk mengurangi pasokan sementara yang lain mencari tindakan untuk menaikan harga minyak seiring OPEC kini sedang mempersiapkan untuk pertemuan pada 27 November mendatang di Wina.

WTI untuk pengiriman Desember, yang berakhir besok, turun sebanyak 60 sen ke level $74,01 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $74,08 pukul 13:25 waktu Singapura. kontrak aktif Januari turun sebesar 52 sen ke level $74,12. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sekitar 11 persen di atas level moving average 100-hari. Harga talah turun 25 persen tahun ini.