KONTAK PERKASA FUTURES – Minyak Mentah Asia Terus Was-Was

KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Senin ini perdagangan pada minyak mentah dibuka menurun, melanjutakn penurunan yang cukup tajam setelah dikeluarkan hasil dari pemungutan suara yang menghasilkan Inggris jadi hengkang dari Uni Eropa memicu aksi jual tajam di pasar dunia pada jumat kemarin.

Pada minyak mentah berjangka AS mengalami penurunan harga samapai 25 sen ke harga $ 47,39 per barelnya, sesudah menutup di harga $ 2,47 atau sekitar 4,9 persen di Jumat kemarin. Melainkan pada harga minyak mentah berjangka Brent yg turun sebanyak 15 sen menjadi $ 48,26 per barrelnya pada pukul 02.38 GMT i hari senin, sesudah menutup dengan harga yang menurun sekitar $ 2,50 atau sekitar 4,9 persen, pada $ 48,41 di hari jumat.

Pada hari Senin minyak kembali mendapatkan tekanan harga yang disebabkan Pounds Inggris anjlok kembali, dengan para investor yang masih gelisah mengenai apa yang terjadi selanjutnya sekarang sudah negara itu telah memutuskan untuk hengkang dari Uni Eropa.

Sedangkan bergejolaknya pada pasar saham serta mata uang, para pengamat pasar saham mengatakan bahwa keputusan Inggris untuk hengkan dari UE tidak akan memiliki efek besar pada permintaan minyak fundamental.

” apabila kita mengasumsikan pada penurunan 2 persen PDB UK dalam menanggapi suara Brexit, yang pada akhir yang tinggi dari perkiraan ekonom kami, maka dari itu permintaan minyak UK mungkin saja akan dikurangi dengan 1 persen atau sekitar 16.000 per barrel nya per hari, yang dimana merupakan 0,016 persen memukul permintaan global,” Ujar Goldman Sachs.

Penyulingan Tiongkok sudah menjadikan produk minyak Asia menjadi berlebihan dengan mengekspor jumlah rekor bensin dan solar ke pasar regional, mengurangi margin keuntungan pada kilang dan pembengkakan penyimpanan. Yang dimana akibatnya itu, para analis mengatakan akan ada kemungkinan bahwa penyuling akan meningkatkan kembali produksi dan menargetkan batas pada pemesanan untuk minyak mentah bahan baku utama mereka, yang nantinya akan berpotensi membebani harga.

Walaupun dengan demikian, bank menambahkan bahwa ” tren jangka menengah menuju penyesuaian stabil pada pasar minyak jalan di tempat, dibatai oleh resesi,” meyiratkan bahwa pada harga minyak kemungkinan akan tetap flat atau naik sebagai kelebihan pasokan yanng di tarik ke bawah harga sebesar 70 persen antara 2014 dan awal 2016 secara bertahap dibawa turun, membawa produksi lagi sejalan dengan konsumsi.

hasil riset kami, memperkirakan harga minyak mentah berpotensi bergerak merosot dengan potensi penguatan dollar AS setelah keputusan Brexit. Harga akan menembus kisaran Support $ 46,90- $ 46,40, dan jika harga naik akan menembus kisaran Resistance $ 47,90 – $ 48,40. – KONTAK PERKASA