KONTAK PERKASA FUTURES – Minyak Mentah Melambung 3 Persen

KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Hari Selasa pada episode akhir perdagangan kemarin harga minyak mentah berakhir dengan harga lebih tinggi di Amrik terdorong bargain hunting para investor yang disebabkan dari berbagai sentimen bullish, sesudah mengalami penurunan selama dua hari yang dipicu oleh Brexit, akan hengkangnya Inggris dari Uni Eropa.

Meningkatnya harga minyak mentah dikarenakan potensi dari pemadaman pasokan minyak dan penarikkan persediaan akan minya mentah yang kembali menjadi perhatian dari para investor untuk fundamental pasar.

Beberapa aksi mogok besar-besar terjadi di bagian ladang minyak juga pada bagian gas di Norwegia yang akan mengancam kegiatan produksi dalam produsen terbesar di Eropa barat tersebut membantu mengankat harga minyak mentah berjangka sesudah kejadian penurunan yang cukup mengkuatirkan sampai ke harga 8 persen selam dua hari .

Para investor juga akan memperkirakan penurunan mingguan keenam yang cukup lumayan besar dalam persediaan minyak mentah di AS dengan keadaan pasar minyak yang sudah di survei oleh Reuters yang memperkirakan penarikan sebanyak 2,4 juta per barrell nya.

Hasil laporan monitor dari lembaga industri Genscape yang menunjukkan harga sebesar 1,3 juta per barell penurunan akan persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, menambahkan dukungan lebih lanjut lagi, ujar broker PVM.

Kemudian pada minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) diakhiri dengan keadaan peningkatan pada harga yaitu sebesar $ 1,52 lebih tinggi, atau sekitar 3,3 persen pada harga $47,85. Ini mencapai sesi tertinggi sebesar $ 47,81 di sesi awal.

Selain itu pada harga minyak mentah berjangka Brent diperjualbelikan lebih tinggi sebesar 4 1,44 atau 3 persen, pada posisi harga $ 48,61 per barel nya. kontrak sebelumnya mencapai puncaknya di posisi harga $ 48,58. Kemudian pada patokan menurunnya harga hampir $ 4 per barell nya dalam sesi dua hari terakhir, dengan Brent yang mencapai posisi terendah selama tujuh minggu sampai ke harga $ 47 dan pada minyak mentah AS capai satu bulan di bawah sebesar $ 46.

Penyembuhan kembali harga Selasa juga terdorong dari pelemahan dollar AS dari tertinggi selam tiga bulan, menjadikan minyak mentah yang sudah di jual dalam mata uang dollar AS lebih menarik bagi para pemegang saham euro juga pada mata uang lainnya. Risk Appetite juga rebound di pasar keuangan akan berkurangnya pada kekuatiran Brexit.

Pounds juga indeks FTSE 100 pada pasar saham London juga mengalami pemulihan yang cukup tajam disaat adanya harapan dari respon bank sentral untuk mengkoordinasikan kerugian akan pasar keuangan. Beberapa dari pengamat waspada, dan menyatakan akan lebih banyak bukti dari kekuatan fundamental yang diperlukan untuk menjamin pangsa pasar berada di jalan untuk rali yang terus berkelanjutan nantinya.

Hasil data mengarahkan bahwa produksi minyak dari Nigeria, terfokus akan banyaknya pemadaman pada pasokan selama beberapa bulan dalam akhir – akhir ini disebabkan dari serangan pemberontakan kepada infrastruktur minyak di sana, kembali pada kisaran 1,9 juta per harinya dari titik terendah di awal bulan Juni kemarin sebesar 1,6 juta per harinya.

Pada dini hari tadi sudah keluarkan data persediaan pada minyak mingguan AS oleh American Petroleum Institute (API) yang mencatat hasil akan penarikan dari 3,9 mm barel dibandingkan pada hasil dari penarikan yang diperkirakaan dari sekitar 2.4 mn barel dan juga mengikuti penarikan sebanyak 5.2 mn barelnya yang tercatat pada minggu lalu. Kemudian pada persediaan API sekarang telah mengalami penurunan selama enam minggu lamanya secara berturut-turut.

Hasil riset kami menginformasikan bahwa pada harga minyak mentah akan berpotensi bergerak naik dengan hasil dari penarikan persediaan minyak mingguan AS oleh API, juga potensi pada pelemahan dollar AS dengan meredanya kekuatiran pada Brexit, Lalu harga akan diprediksikan akan menembus di kisaran Resisten sebesar $ 48,40 – $ 48,90, dan jika harga menurun akan segera menembus kisaran Support di harga $ 47,40 – $ 46,90 - KONTAK PERKASA