KONTAK PERKASA FUTURES – Minyak mentah turun setelah kenaikan terbesar sejak 2012 lalu di tengah spekulasi perusahaan melakukan pemogokan di kilang AS yang akan membatasi pengolahan minyak mentah di konsumen terbesar di dunia.
Kontrak berjangka turun sebesar 2,5 % di New York dan sebesar 2,8 % di London. Pekerja minyak AS mulai melakukan aksi mogok terbesarnya sejak 1980 pada hari Minggu kemarin setelah gagal menyepakati kontrak kerja. Indeks Pembelian Manajer (PMI) China turun ke angka 49,8 bulan lalu dari angka sebelumnya 50,1 pada Desember, tidak sesuai perkiraan rata-rata dari angka 50,2 yang disurvei oleh Bloomberg dan di bawah ekspansi pemisah tingkat 50 dan kontraksi.
Meningkatnya pasokan AS dan perlawanan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak untuk memangkas produksi kontribusi terhadap melimpahnya pasokan global yang memicu harga hampir 50 % lebih rendah selama tahun lalu. Produksi OPEC diperluas pada bulan Januari, dipimpin oleh kenaikan di Angola, Irak dan Arab Saudi, eksportir terbesar di dunia, menurut perusahaan minyak, produsen dan analis yang disurvei oleh Bloomberg.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Maret turun sebesar $ 1,21 ke level $ 47,03 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan berada di level $ 47,22 pukul 11:07 pagi waktu Sydney. Kontrak melonjak sebesar 8,3 % pada 30 Januari, kenaikan terbesarnya sejak Juni 2012 lalu. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 45 % di atas rata-rata 100-hari. Harga minyak mentah telah turun sebesar 11 % sepanjang tahun ini.