KONTAK PERKASA FUTURES – Minyak perpanjang penurunan dengan diperdagangkan mendekati level $45 per barel ditengah spekulasi bahwa pasokan minyak mentah AS akan meningkat, sehingga memperburuk melimpahnya pasokan minyak global yang telah menyebabkan harga minyak mentah berada pada level terendahnya dalam lebih dari 5 ½ tahun terakhir.
Kontrak berjangka minyak mentah turun sebesar 1.7% di New York, turun pada hari ke-3. Pekan lalu pasokan minyak mentah diperkirakan naik 1.75 juta barel, menurut survei Bloomberg News yang dilaporkan jelang rilis data pemerintah besok. United Arab Emirates selaku anggota OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) akan tetap berada pada rencananya untuk menaikkan kapasitas output meskipun “harga minyak tidak stabil,” hal itu diungkapkan oleh Menteri Energi Suhail Al Mazrouei.
Tahun lalu minyak telah mengalami penurunan hampir 50%, penurunan tajam sejak krisis keuangan 2008 lalu, penurunan akibat AS memproduksi minyak yang berada pada laju tertingginya dalam lebih dari 3 dekade terakhir dan OPEC menolak untuk memangkas produksi. Goldman Sachs Group Inc. menyatakan bahwa minyak mentah perlu turun hingga level $40 per barel guna “menyeimbangkan kembali” pasar, sementara Societe Generale SA juga menurunkan perkiraan harga minyak.
WTI (West Texas Intermediate) untuk pengiriman Februari turun sebesar 77 sen ke level $45.30 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada pada level $45.45 pukul 12:57 siang ini waktu Sydney. Kemarin kontrak berjangka minyak turun $2.29 ke level $46.07, level harga penutupan terendah sejak April 2009 lalu.