Mitos Seputar Diabetes – PT Kontak Perkasa

PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYAKARTA – Di India merupakan ibukota dunia diabetes. Negara ini memiliki populasi tertinggi penyakit tersebut. Dan sebagian besar kita masih belum mengerti apa diabetes, dan bagaimana mencegahnya.

Studi penelitian pada diabetes masih dilakukan, artinya selalu ada hal baru tentangnya. Namun, saat ini masih beredar mitos seputar diabetes :

1. Tidak menunjukkan gejala diabetes, anda merasa baik – baik saja

Sekitar seperempat dari masyarakat di seluruh dunia tidak tahu kalau mereka memiliki diabetes. Satu – satunya cara untuk mengetahui penyakit ini adalah dengan melakukan tes gula darah secara teratur.

2. Setelah terdiagnosis, anda harus hindari mengonsumsi semua karbohidrat

Ini sangat tidak benar. Anda harus memiliki karbohidrat, karena mereka membantu fungsi tubuh. Namun, anda harus memilihnya dengan hati – hati.

Tukar biji – bijian halus dengan biji – bijian seperti gandum atta, dalia, dan beras merah yang semuanya melepaskan glukosa ke dalam darah secara perlahan.

Perlu diingat bahwa anda harus menggabungkan karbohidrat kompleks dengan protein berkualitas sehingga pelepasan glukosa menjadi lebih lambat.

3. Memiliki badan ramping, bisa terhindar dari diabetes

“Bahkan orang – orang kurus sering memiliki lemak perut yang tinggi, dan kelebihan lemak di sekitar pinggang itu memengaruhi diabetes tipe 2,” jelas Dr Avhay Vispute, diabetologis Rumah Sakit SRV, Mumbai.

Sayangnya, orang langsing masih percaya mitos, dan tidak melakukan tes gula darah secara teratur. Dan cara terbaik untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dengan kehilangan lima sampai 10 persen berat badan, kata Dr Kulkarni. “Dan setiap orang harus terlibat dalam aktivitas fisik secara teratur.”

4. Hanya gula musuh anda

Sayangnya, diabetes memiliki lebih banyak penyebab selain gula. “Yang benar adalah diabetes disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan,” kata Dr Vispute.

“Terlalu banyak gula bisa berdampak buruk bagi kita semua karena cenderung ditemukan dalam makanan yang menggemukkan seperti kue, es krim, dan diet tinggi lemak dan gula dapat menyebabkan anda menjadi kelebihan berat badan yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2,” tambahnya.

Faktor lain yang menyebabkan diabetes adalah :

  • Merokok : Ini meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan resistensi insulin. Perokok pasif juga memiliki efek yang sama.
  • Nitrat : Karsinogeniknya dapat meningkatkan risiko penyakit saraf seperti Alzheimer, dan Parkinson. Dan ini ditemui hampir di semua makanan terutama danging, keju dan bir.
  • Kurang tidur : Tidak tidur dengan baik dapat menyebabkan hasrat untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi, dan itu menyebabkan kenaikan berat badan serta resistensi insulin. “Mereka yang menderita sleep apnea akan terkana dampak buruk, seperti terfragmentasi tidur (tak dapat bernapas dengan benar malam hari) yang menyebabkan penurunan produksi insulin dan menyebabkan peningkatan produksi kortisol, hormon yang meningkatkan gula darah,” jelas Dr Manvir Bhatia
  • Alkohol : Dalam jumlah yang sedang – sedang saja menyebabkan kadar gula darah meningkat. Kelebihan alkohol justru dapat menurunkan tapi kadang – kadang langsung ke tingkat yang berbahaya,” Dr Vispute mengingatkan.

5. Hindari sesuatu yang manis

“Platefuls dalam permen memang tidak baik untuk siapapun, apakah anda memiliki diabetes atau tidak. Jadi jika anda merasa buruk karena tidak bisa ikut pesta, maka yakinkan diri bahwa anda berada pada jalan keluar dari kebiasaan buruk,” kata Dr KM Prasanna Kumar – PT KONTAK PERKASA

Sumber : health.liputan6