KONTAK PERKASA FUTURES – Jepang mencatatkan neraca pembayaran yang surplus pada pada bulan ke-5 secara berturut-turut pada November tahun lalu, hal tersebut setelah pendapatan dari investasi luar negeri melonjak dengan pelemahan yen, sehingga membayangi dampak negatif berlanjutnya defisit neraca perdagangan.
Surplus neraca pembayaran, yang merupakan ukuran neraca perdagangan Jepang dengan negara lainnya berada pada angka Y433.0 miliar, menurut Kementerian Keuangan pada Selasa ini. Angka tersebut dibandingkan dengan defisit Y596.9 miliar pada tahun lalu dan lebih tinggi dari perkiraan surplus sebesar Y125.5 miliar dari survei para ekonom oleh The Wall Street Journal dan the Nikkei.
Defisit neraca perdagangan yang lebih rendah dan melonjaknya pendapatan investasi luar negeri telah berkontribusi kepada surplus neraca pembayaran yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya.
Defisit neraca perdagangan dalam 2 ½ tahun terakhir telah membebani neraca pembayaran, sehingga mengantarkan neraca pembayaran kedalam defisit yang berkala dan meningkatkan kekhawatiran angka negatif setelah 3 dekade terakhir berada pada angka yang positif. Akan tetapi meningkatnya ekspor pada November lalu telah membantu memangkas defisit neraca perdagangan bulanan sebesar 42%.
Sementara itu penurunan yen telah mendorong nilai return sekuritas dan investasi asing langsung.
Pendapatan utama dalam neraca pembayaran yang mengindikasikan returns investasi asing bulan November lalu berada pada angka Y1.28 triliun yang mengalami kenaikan 44.4% dalam setahun terakhir dan surplus tertinggi pada rekornya di bulan itu.