PT KONTAK PERKSA FUTURES YOGYA – Indeks Jepang pada pagi ini melejit sampai ke titik 2.12 persen, ke angka 15,875.0 walaupun dilaporkan mengalami kejatuhan laju ekspor pada laju tercepatnya dalam 4 bulan terakhirnya pada Mei diakibatkan mengalami gangguan pasokan yang disebabkan benca alam yaitu gempa bumi Kummamoto dan pelambatannya laju pertumbuhan di negara emerging market.

Laju eksport pada bulan Mei kemarin dikabarkan melemah sampai dikisaran 11.3 persen YoY, berlawanan dengan ekspektasi -10.4 persen. Akan tetapi ekspor diperkirakan ekspansi dibulan mendatang dengan seiringnya stabilitas permintaan dari luar negri.

PM Jepang (Shinzo) sendiri masih tetap berada dalam tekanan untuk mengambil kebijakan yang pro perkembangan seiring pada penguatan dari mata uang Jepang sendiri lebih lanjut masih mengancam akan keadaan ekspor dan corporate earnings.

Kemerosotan ekspor pada bulan Mei lalu terutama terlihat pada anjloknya pengiriman pesanan baja, semi konduktor serta suku cadang elektronik. serangkaian yang diakibatkan dari bencana alam terbesut yang menimpa Kimamoto dipertengahan April memicu kehancuran rumah, serta menghentikan produksi elektronik sejenak dan suku cadang mobil juga beberapa pabrik di kawasan tersebut.

Rata-rata sebagian besar perusahaan yang masih mampu melanjutkan kegiatan produksi dengan cepat, tetapi tetap saja masih membutuhkan banyak waktu agar pabrik dapat beroperasi secara normal kembali.

Laju pengiriman ke China, yang dimana merupakan partner dagang yang paling besar di Jepang, mengalami penurunan di bulan Mei yaitu sebesar 14.9 persen, sedangkan ekspor ke AS juga ikut anjlok berkisar 10.7 persen.

Kemudian laju ekspor ke Asia, secara menyeluruh mengalami penurunan sampai 13.0 persen, dan pengiriman ke negara eropa juga merosot ke 4.0 persen – PT KONTAK PERKSA FUTURES

Sumber: Vibiznews.com