KONTAK PERKASA FUTURES – Indeks Dow Jones Industrial Average catat mingguan terburuk sejak tahun 2011 setelah ekuitas di seluruh dunia mengalami penurunan pasca minyak mentah diperpanjang penurunan di bawah $ 58 per barel. Treasury menguat dan dolar turun terhadap kekhawatiran penurunan inflasi lebih jauh berada di bawah target Federal Reserve.

Indeks Dow turun 1,8% pada pukul 04:00 sore di New York dan indeks Standard & Poor 500 turun 1,6%. Indeks 30 saham kehilangan 3,8% dalam minggu ini sementara S&P 500 turun 3,5% selama lima hari terakhir, kinerja terburuk dalam lebih dari dua tahun. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kehilangan 3,6% menjadi $ 57,81 per barel. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup turun 5,8% untuk minggu terburuk dalam tiga tahun terakhir. Acuan ekuitas Ibovespa Brasil memasuki bear market. Yield Treasury dengan tenor 10 tahun turun ke level terendah dalam delapan pekan.

Minyak turun 12% untuk minggu ini, penurunan mingguan ke-10 sejak awal Oktober. Badan Energi Internasional (EIA) memangkas proyeksi untuk permintaan global pada tahun 2015. Sementara harga bahan bakar yang lebih rendah menekan produsen, yang meningkatkan permintaan untuk obligasi setelah bank sentral di Eropa dan Asia mempertahankan stimulus untuk memerangi deflasi. Indeks kepercayaan konsumen di AS naik lebih dari perkiraan, menambah tanda-tanda penguatan ekonomi terbesar di dunia.