PT Kontak Perkasa Futures – Orang Tua Adalah Kunci Utama Pendidikan

PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYAKARTA – Salah satu pernyataan Bill Gates yang banyak dikutip adalah: “The first five years have so much to do with how the next 80 turn out.”

Usia lima tahun pertama sangat berperan terhadap hasil 80 tahun selanjutnya. Yang saya dapat cerna dari ungkapan tersebut adalah pola asuh atau dalam kata lain pendidikan anak di usia lima tahun pertama menentukan keberhasilan di usia – usia berikutnya.

Entah apa yang melandasi Bill Gates menyatakan hal tersebut dan tentu saja kita perlu membuktikannya sebelum mempercainya.

Jika anda bertanya kepada saya apakah saya mempercayai pernyataan Bill Gates tersebut? Maka saya akan menjawab YA, saya mempercayainya.

Ketika saya masih di Sekolah Dasar, yang ada di pikiran saya hanya bermain. Saya paling benci ketika orang tua saya menyuruh saya mengerjakan PR dan mereka hanya mengawasi saya.

Tapi yang paling menyurutkan semangat saya belajar adalah ketika saya bertanya soal pelajaran yang sulit, orang tua saya malah menyalahkan saya karena malas membaca.

“Makanya baca bukunya, jadi kamu tahu jawabannya,” kata mereka. Sebenarnya yang saya inginkan adalah orang tua saya ada di samping saya dan membantu saya belajar karena terkadang suatu pelajaran memang sulit untuk saya mengerti.

Terutama pelajaran matematika. Mungkin saat itu orang tua saya sudah terlalu sibuk mengurus adik – adik yang masih belita.

Hasil belajar saya tidak pernah memuaskan sampai kelas 5 SD. Ketika itu ada seorang guru bernama Pak Khoir yang sangat sabar dan selalu mendekati bangku saya ketika mengerjakan latihan di kelas.

Dia selalu bertanya kepada saya apa yang saya tidak mengerti, kemudian dia akan menjelaskan lagi sampai saya mengerti. Hal itu dia lakukan setiap hari.

Dari situlah saya merasakan perbedaan yang besar terhadap perkembangan nilai-nilai pelajaran saya sebelum dan setelah saya bertemu guru tersebut.

Saya sampai tidak percaya saat kenaikan kelas saya dapat hasil belajar yang memuaskan. Menurut saya, keberhasilan saya di sekolah lantaran dukungan guru saya itu. Dia mau mendekati murid – muridnya secara personal dan memberikan motivasi sesuai kebutuhan murid.

Bagi saya, dia orang tua kedua dan saya sangat berterima kasih atas usaha yang dia lakukan untuk murid – muridnya. Dukungan guru saya itu sangat mempengaruhi saya di tahun – tahun setelahnya sampai sekarang saya bisa di posisi sekarang.

Jadi saya setuju apa yang dikatakan Bill Gates tersebut. Betapa vital bekal tersebut sehingga dapat memberikan efek yang signifikan untuk meraih pencapaian sejak seseorang balita hingga dewasa kelak.

Guru Utama Anak

Bekal pendidikan tentu didapat dari guru yang hebat. Tidak ada keraguan bahwa guru yang hebat akan mendidik anak menjadi hebat.

Apakah peran guru saja cukup? Faktanya, tidak. Berbagai penelitian menyebutkan: Anak – anak juga perlu orang tua yang hebat.

Maksudnya adalah orang tua yang mau peduli dan ikut andil dalam pendidikan anak sejak sedini mungkin. Jangan hanya menjadi orang tua yang semata berpikir dengan membayar sekolah yang bagus, anak akan berhasil kelak.

Bahkan, memberi notepad dengan segala macam isi permainan atau lagu – lagu anak pun tidak serta merta dapat membantu anak menjadi pintar.

Penelitian yang dirilis oleh the Department for Children, Schools and Families (DCSF) Pemerintah Inggris tahun 2007 berjudul “The Impact of Parental Involvement on Children’s Education” secara konsisten menyebutkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan di rumah sedini mungkin memberikan hasil yang jauh lebih baik pencapaian seorang anak.

Khusus untuk balita, keterlibatan orang tua membantu perkembangan intelektual dan sosial mereka. Apa yang orang tua lakukan lebih penting ketimbang siapa mereka (sebagai orang tua) bagi anak di usia keemasan.

Aktivitas pendidikan yang dilakukan antara lain bermain angka, abjad, membacakan buku, mengajarkan lagu, menggambar, dan mengajak balita ke perpustakaan.

Pada usia sekolah, keterlibatan orang tua sangat membantu terhadap pencapaian akademik seorang anak. DCSF menyebut andil orang tua terhadap anak usia sekolah memberikan hasil yang jauh lebih baik terhadap hasil tes akademik anak – anak mereka ketimbang anak – anak yang tidak mendapat dukungan dari orang tua.

Anak – anak yang mendapat dukungan belajar dari orang tua cenderung lebih baik dalam pelajaran hitung – hitungan dan memiliki kebiasaan membaca yang baik.

Masih berdasarkan penelitian DCSF, para guru juga melihat anak – anak yang orang tuanya terlibat dalam pendidikan mempunyai perilaku yang baik di kelas dan dapat berkomunikasi yang baik dengan guru.

Sementara itu, penelitian dari Harvard Family Research Project (HFRP) terhadap 300.000 anak usia sekolah menyebutkan pencapaian anak – anak yang orang tuanya ikut andil dalam pendidikan di rumah termasuk anak dari keluarga minoritas seperti kulit hitam dan hispanik jauh lebih tinggi ketimbang anak yang kurang mendapat dukungan dari orang tua.

Berdasarkan HFRP, ada dua hal spesifik dalam keterlibatan orang tua yang dapat membantu kesuksesan seorang anak. Pertama, investasi waktu. Hal ini dilakukan orang tua seperti membaca bersama anak dan berdiskusi dengan anak soal pelajaran atau pengalaman mereka sehari – hari.

Kedua, keterlibatan dalam hal gaya merawat anak dan mempunyai ekspektasi terhadap pencapaian pendidikan anak.

Dampak dari gaya dan ekspektasi ini ternyata lebih berpengaruh terhadap pendidikan anak ketimbang aturan di rumah atau kehadiran orang tua pada acara – acara atau rapat sekolah.

Peran orang tua dalam pendidikan anak ini tentunya perlu dilakukan secara konsisten. Bukan sekadar seminggu sekali ketika akhir pekan atau ketika orang tua punya waktu senggang.

Orang tua juga diharapkan mau terjun langsung untuk membantu pendidikan anak. Mereka lebih membutuhkan orang tua sebagai pendorong dan pemberi motivasi untuk belajar ketimbang guru atau alat – alat pendukung lainnya.

Masa depan cemerlang anak – anak dapat diukur dari pendidikannya. Kita setuju pendidikan yang baik didapat dari guru yang baik. Tapi guru yang paling berpengaruh dan efektif bagi anak – anak adalah orang tuanya sendiri – PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : student.cnnindonesia.com