Pasar Komoditas Masih Menyedihkan – Kontak Perkasa Futures

Kontak Perkasa Futures – Pasar komoditas global di triwulan IV-2018 masih dalam masa suram. Pertumbuhan ekonomi global yang melandai serta ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi mendorong pertumbuhan volume perdagangan dunia melambat.

Sejalan dengan melambatnya pertumbuhan volume perdagangan dunia, harga komoditas global menurun, termasuk minyak dunia.

“Harga komoditas ekspor Indonesia menurun terutama didorong oleh berlanjutnya penurunan harga komoditas logam dan pertanian pada triwulan IV-2018, antara lain CPO, karet, dan nikel,” tulis Bank Indonesia dalam Laporan Pasar Komoditas Global terbaru .

Penurunan harga CPO disebabkan oleh penurunan permintaan terutama dari India dan China yang disertai dengan meningkatnya pasokan sehingga mendorong kenaikan net-supply.

“Di samping itu, penurunan harga CPO disebabkan oleh rendahnya harga kedelai sebagai barang subtitusi. Sementara itu harga karet terus melemah sejalan dengan permintaan China yang menurun akibat kebijakan deleveraging dan eskalasi hubungan dagang AS dan China,” tulis BI lebih jauh.

Sementara, pada triwulan IV-2018, pasokan karet juga masih tinggi. Bagaimana dengan nikel?

Nikel mengalami koreksi sejalan dengan peningkatan pasokan dari Indonesia akibat ekspansi pembangunan hyper-efficient HPAL smelter di Morowali, Sulawesi Tengah.

Harga batu bara tumbuh lebih rendah dari prakiraan sejalan dengan berlanjutnya penurunan batu bara Indonesia. “Penurunan harga batu bara ekspor Indonesia yang berkalori rendah terus berlanjut yang disebabkan penurunan permintaan China sejalan dengan pengetatan syarat impor batu bara.

“Serta peningkatan pasokan batu bara kalori rendah di China. Di samping itu, penurunan harga batu bara juga dipengaruhi oleh penurunan impor India serta peningkatan pasokan dari AS,” tulis laporan tersebut.

Di sisi lain, harga minyak dunia pada Desember 2018 menembus level terendah sejak triwulan III-2017. Berlanjutnya penurunan harga minyak terutama dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan sejalan dengan produksi minyak AS yang terus meningkat.

“AS menjadi produsen minyak terbesar di dunia menggantikan Rusia. Peningkatan produksi tersebut diperkirakan terus belanjut sejalan dengan peningkatan kapasitas pipa di Permian Basin serta target AS untuk memenuhi kebutuhan domestik dan menjadi negara Self-Energy Independent,” kata laporan tersebut. – Kontak Perkasa Futures

Sumber : cnbcindonesia.com