KPF Yogya – Dolar Australia kembali memasuki tren penurunan setelah sempat mencapai level 1 pekan tertingginya pasca keputusan suku bunga pada hari Selasa kemarin.

Pukul 12 siang ini waktu Australia, mata uang Negeri Kangguru tersebut berada di level US76.42c dengan turun dari level Selasa lalu sebesar US76.93c.

Hari Selasa kemarin, Bank Sentral Australia mempertahankan suku bunga pada bulan ke-2 secara beruntun, sehingga mendorong mata uang Australia tersebut bergerak menuju level US77.12c.

Namun demikian, Aussie kembali kehilangan momentum dan sekarang telah turun dari setengah gain yang tercatat sebelumnya menyusul keputusan RBA.

Analis forex dari Westpac Sean Callow menyatakan bahwa dolar Australia melemah karena RBA menegaskan masih cenderung akan memangkas suku bunga di bulan-bulan mendatang.

Sentimen berikutnya pada pasar keuangan adalah rilis hasil pertemuan Federal Reserve AS di bulan Mei lalu.
Sementara itu, pasar obligasi Australia bergerak naik pada sesi siang ini waktu Australia.

Kontrak obligasi berjangka dengan tenor 10 tahun Juni 2015 diperdagangkan di level 97.660 dengan imbal hasil sebesar 2.340% yang naik dari level kemarin 97.645 dengan imbal hasil 2.355%.

Kontrak obligasi berjangka dengan tenor 3 tahun Juni 2015 diperdagangkan di level 98.290 dengan imbal hasil 1.710% yang naik dari level 98.280 dengan imbal hasil 1.720%. (bgs)
Sumber : MarketsSpectator