kontakperkasa futures yogyakartaKontak Perkasa Futures – Saham China Mengalami koreksi diikuti oleh penurunan dolar Australia (Aussie) pasca indeks pabrik China secara tidak terduga mengalami kontraksi. Dolar tahan penurunan jelang rilis laporan tingkat inflasi setelah pejabat otoritas The Fed menegaskan kenaikan suku bunga tergantung pada data ekonomi.

Indeks Hang Seng China Enterprises turun sebesar 1,3 persen pukul 10:53 pagi di Tokyo, sementara indeks Shanghai Composite merosot sebesar 0,5 persen pasca mencatat penguatan beruntun terpanjang sejak 2007 lalu. Aussie melemah sebesar 0,4 persen. Dolar berada di level $1,0926 per euro, setelah turun lebih dari 1 persen terhadap mata uang 19 negara dalam dua hari perdagangan terakhir. Indeks saham berjangka AS mendatar setelah indeks acuan ditutup melemah pada hari senin kemarin. Tembaga berjangka naik 0,6 persen di London.

Pembacaan awal indeks pembelian manajer dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics berada di level 49,2, dibandingkan dengan level 50,5 yang diproyeksikan oleh para ekonom, dengan laporan dari AS juga akan dirilis hari ini. Presiden The Fed San Francisco John Williams akan melakukan pembicaraan dengan para ekonom di Sydney Selasa pagi pasca wakil ketua The Fed Stanley Fischer mengatakan data yang akan menentukan kapan suku bunga naik.

Presiden The Fed St Louis James Bullard juga dijadwalkan berbicara hari ini sebelum rilis data yang diperkirakan menunjukkan harga konsumen turun pada bulan Februari lalu dari tahun sebelumnya. (izr)
Sumber: Bloomberg