KONTAK PERKASA FUTURES – Data manufaktur China turun pada bulan Januari untuk bulan kedua berturut-turut, menurut survei swasta pada hari Senin, sehari setelah pemerintah mengumumkan penurunan resmi pertama kalinya dalam lebih dari 2 tahun terakhir.
Raksasa perbankan HSBC Inggris mengatakan pembacaan awal indeks pembelian manajer (PMI) yang menunjukkan telah naik menjadi pembacaan akhir di angka 49,7 dari angka sebelumnya 49,6 pada bulan Desember.
Tapi hasilnya masih menunjukkan melemahnya di sektor manufaktur ekonomi terbesar kedua di dunia, memicu pertumbuhan ekonomi global. Pembacaan PMI di atas 50 poin terhadap pertumbuhan ekonomi.
Hasilnya juga sedikit lebih rendah dari pembacaan awal di angka 49,8, menurut HSBC.
Indeks yang disusun oleh penyedia layanan informasi Markit, melacak aktivitas di pabrik-pabrik dan bengkel China dan merupakan indikator yang diawasi dengan ketat dari raksasa ekonomi Asia.
Angka tersebut berasal dari survei resmi China, pada hari Minggu kemarin menunjukkan aktivitas manufaktur kontrak untuk pertama kalinya dalam lebih dari 2 tahun terakhir.
PMI China untuk bulan Januari, berada di angka 49,8, turun dari angka 50,1 pada bulan Desember, menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional,.
Melemahnya data manufaktur terjadi pasca perekonomian China tumbuh 7,4 % pada 2014, turun dari 7,7 % pada 2013 dan diangka 3,8 % yang tercatat sejak tahun 1990.