PT KONTAK PERKASA FUTURES YOGYA – Jumat kemarin Pounds mengalami hal terpuruk dimana jatuh sampai pada ke titik level terendah lebih dari 30 tahun lalu kepada dollar dan safe haven Yen melambung di sebabkan hasil referendum menetapkan UK hengkang dari UE. Hasil keputusan Brexit menjadi kenyataan pada Jumat kemarin seusai Inggris telah memutuskan untuk keluar dari blok perdagangan Eropa, sesudah kubu Brexit mendapatkan 51,9 persen suara sebanyk 17,4 juta orang pemilih.

Pounds anjlok sampai ke level paling rendah setidaknya sejak tahun 1985, dan datang hanya beberapa jam saja seusai pounds mendapatkan nilai tertinggi tahunan dari $ 1,5018, sebagai sesi yang memungkinkan yang paling stabil dalam mata uang itu setidaknya sejak tahun 1986. Kemudian pada pukul 03:29 pm ET, Pounds itu mengambil harga di $ 1,364, sebuah penurunan persentase sebanyak lebih dari 8 persen selama sesi sebelumnya.

Sedangkan itu, pada pasangan dollar/yen menurun tajam. dimana penjualan terakhir lebih dari 3,6 persen. Menurunnya Pounds pada Yen juga sangat mencolok. Pounds diambil mendekati 139,64 Yen sekitar 03:30 ET,, menurun dari tingkat sekitar 160 Yen pada sesi di awal Asia.

Kontak Perkasa Futures

Euro juga anjlok, merosot sampai yang terendah di harga 1,0909, terendah semenjak bulan Mei kemarin, dengan mata uang umum dari sesi tinggi di harga $ 1,1432. Hasil diawalnya sempat menunjukkan dimana kubu Brexit mempunyai suara hampir sebanyak 53 persen. Pounds terpukul dari hasil di awal dari Sunderlan, yang menunjukkan kota menjadi 61,3 persen mendukung Brexit, lebih kuat dari keputusan hasil yang diprediksikan.

Sunderland sudah dipandang menjadi sebuah barometer apakah kampanye leave berhasil menggoyahkan demografi, ujar Think Tank Open Europe. Poundsbisa anjlok lebih jauh, dengan adanya beberapa analisis telah memprediksikan sebelum pemungutan suara bahwa itu akan menurun sampai kelevel harga $ 1,20 dalam sekenario Brexit.

Kegelisahan Brexit telah menggerakan penjualan mata uang akhir-akhir ini. Dari beberapa pedagang valuta asing mencatat dimana selama seminggu akhir ini atau lebih dari itu, pelanggan yang “panik membeli” euro juga pada dollar untuk melindungi diri jika pada kubu Brexit memenangkan referendum.

Hasil analisis kami memperkirakan bahwa pada kurs Pounds akan berpontensi kemungkinan akan mengalami tekanan dimana karena masih berlangsungnya kegelisahaan Brexit. – KONTAK PEKASA