CDC Perbarui Pedoman Masker – PT Kontak Perkasa

PT Kontak Perkasa – Pedoman soal masker sejak wabah Corona merebak banyak berubah, dari yang awalnya tak disarankan hingga kini wajib dipakai untuk melindungi orang lain terpapar COVID-19. Kini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) kembali memperbarui pedoman.
CDC secara resmi menyebut masker tak hanya melindungi orang lain, tetapi diri kita sendiri dari risiko tertular COVID-19, demikian pedoman baru CDC.

“Semakin banyak bukti bahwa masker bekerja dalam hal menurunkan risiko bagi semua orang,” kata peneliti kesehatan lingkungan Harvard Joseph Gardner Allen, Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Bukti COVID-19 bisa bertahan di udara juga memicu pertanyaan masker seperti apa yang memberi perlindungan terbaik dari COVID-19.

Masker jenis apa yang paling baik mencegah COVID-19 berdasarkan pedoman CDC?
Panduan baru CDC menyebut masker kain berbahan katun dengan jumlah benang yang tinggi menjadi pilihan yang baik melindungi diri dari COVID-19.

“Carilah tenunan ketat dari 100 persen katun,” sebut CDC dalam pedoman barunya.

Bagaimana cara memastikan masker efektif?
“Gunakan uji cahaya untuk memeriksa tenunan, jika Anda dapat dengan mudah melihat garis besar serat individu saat Anda mengangkat masker ke arah cahaya, kemungkinan itu tidak akan efektif,” sebut CDC.

Menurut CDC, beberapa lapisan kain dengan jumlah benang yang lebih tinggi terbukti efektif menangkal COVID-19 lebih tinggi dibandingkan masker satu lapisan kain dengan jumlah benang yang lebih rendah. Apa buktinya?

“Dalam beberapa kasus menyaring hampir 50 persen partikel halus yang kurang dari 1 mikron,” sebut CDC.

“Masker kain dalam beberapa penelitian yang dilakukan. setara dengan masker bedah sebagai penghalang untuk pengendalian sumber,” tegas CDC.

Dua jenis masker yang tak disarankan CDC
Masker N95
CDC tak menyarankan untuk membeli masker N95 untuk penggunaan pribadi. Meski N95 efektif menangkal COVID-19, masker ini harus dipastikan selalu tersedia bagi tenaga medis karena mereka yang lebih membutuhkan masker N95.

“Jangan membeli masker N95 untuk penggunaan pribadi Anda,” kata CDC.

Selain itu, masker N95 harus dipasang sesuai dengan bentuk wajah seseorang. Sementara masyarakat biasa kemungkinan tak memiliki kemampuan terkait itu.

“Selain itu, masker N95 harus dipasang agar sesuai dengan kontur unik wajah setiap dokter atau perawat. Anda dan orang yang Anda cintai tidak memiliki akses ke keahlian ahli semacam itu,” lanjut CDC.

Ahli juga menyarankan agar berhati-hati membeli masker N95. Banyak beredar masker serupa yang ternyata tak memiliki kemampuan yang sama seperti masker N95 aslinya.

“Dan terutama berhati-hatilah dengan masker yang mirip N95 yang dijual di distributor ritel besar,” kata Dr Marybeth Sexton, asisten profesor kedokteran di divisi penyakit menular di Emory University di Atlanta, mengatakan kepada wartawan baru-baru ini.

Masker ‘exhaust’ atau yang memiliki katup
Masker exhaust atau yang memiliki katup termasuk masker yang tak disarankan CDC untuk mencegah tertular COVID-19. CDC menyebut masker jenis ini banyak digunakan beberapa komunitas atau masyarakat.

“Beberapa dari masker N95 yang digunakan komunitas itu memiliki katup pernafasan di dalamnya,” katanya.

“Mereka memang membuatnya lebih nyaman untuk dipakai, tetapi Anda tidak melindungi orang-orang di sekitar Anda, ini membuat aliran udara Anda langsung ke lingkungan,” tegas CDC.

Masker jenis ini malah bisa memperburuk kondisi. Mengapa begitu?

“Ini sebenarnya dapat memperburuk keadaan karena itu memusatkan napas Anda ke dalam katup itu, memungkinkannya masuk dengan beberapa kekuatan dan tetesan dapat bergerak sedikit lebih jauh. Jadi kami sangat menyarankan agar orang tidak memakai masker yang memiliki katup pernapasan,” pungkasnya. – PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com